Senin, Juni 22, 2026

Dinas Parekraf DKI Jakarta Sudah Bina 1.541 Jakpreneur Sepanjang 2021

Must Read

JAKARTA, interakindo.com — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta membina sebanyak 1.541 Jakpreneur pada 2021, melampaui target dengan jumlah 1.500 Jakpreneur.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf DKI Jakarta Helma Dahlia mengatakan, untuk 2022 juga ditargetkan ada 1.500 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dibina.

“Kami ingin terus ada Jakpreneur baru, meskipun target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2017-2022 sebanyak 200.000 Jakpreneur sudah terlampaui,” ujarnya, Selasa (11/1), dikutip dari beritajakarta.id.

BACA JUGA :   Ini Sektor yang Ketiban Berkah Lewat Perputaran Uang Selama Mudik Lebaran 2023

Helma menjelaskan, Dinas Parekraf DKI Jakarta bakal mendorong semakin banyak Jakpreneur binaannya yang masuk ke tahapan perizinan (P4) dan pelaporan keuangan (P6).

Menurut Helma, masih banyak Jakpreneur binaan kita yang belum tersosialisasi dan paham soal pelaporan keuangan. Kemudian, perizinan mulai dari PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), NIB (Nomor Induk Berusaha) lewat OSS (Online Single Submisson).

BACA JUGA :   Tanazul Dan Evakuasi Jemaah Terus Berjalan, Poskes Bandara Siaga 24 Jam

“Kemudian, ada juga kegiatan yang rutin seperti pelatihan dan pemasaran produk,” terangnya.

Dinas Parekraf DKI Jakarta juga bakal mendorong Jakpreneur untuk bergabung dengan sistem E-Order untuk membantu pemasaran produk mereka. Pasalnya, hingga saat inj baru 48 Jakpreneur Dinas Parekraf DKI Jakarta yang terdaftar dalam E-Order.

Selain sosialisasi E-Order kepada Jakpreneur, melalui Suku Dinas Parekraf di setiap wilayah, Dinas Parekraf juga melakukan promosi ke komunitas, asosiasi, dan stakeholders untuk mengikutsertakan UMKM binaan DKI Jakarta pada setiap acara atau kegiatan yang mereka selenggarakan.

BACA JUGA :   Sambut Hari Kesehatan, Kemenag Ukuran Kebugaran Pegawai

“Pendampingan E-Order ada supaya binaan memahami cara produksi yang baik dan benar. Misalnya, mereka yang sudah punya PIRT tentu perlu tahu bagaimana membuat makanan dan minuman yang baik dan benar, serta memenuhi sanitasi dan kehigienisan,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Women’s Pro Futsal League 2026 – Dramatis Hingga Menit Akhir, Netic Ladies FC Sukses Bungkam Kebumen United Angels!

INTERAKINDO.COM – Laga bertensi tinggi tersaji dalam lanjutan Women's Pro Futsal League (WPFL) 2026 yang mempertemukan Netic Ladies FC...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img