Selasa, Februari 17, 2026

Misteri iPhone Kopilot ATR Catat 13 Ribu Langkah, Basarnas Bongkar Fakta Sebenarnya

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Kabar soal ditemukannya ponsel iPhone milik kopilot pesawat ATR 42-500, Muhammad Farhan Gunawan, yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sempat memicu spekulasi publik. Perhatian tertuju pada data smartwatch yang terhubung dengan ponsel tersebut, yang mencatat 13.647 langkah pada 18 Januari 2026, atau setelah insiden kecelakaan pesawat.

Kopilot pesawat ATR 42-500, Muhammad Farhan Gunawan. Foto: Ist

Menanggapi hal tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafii memberikan klarifikasi resmi dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa data langkah kaki tersebut bukan aktivitas setelah kecelakaan.

BACA JUGA :   Jangan Terjerat Judol dan Narkoba, Keluarga Bisa Jadi Rusak

“Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan dan tim siber. Setelah dikonfirmasi, ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu, pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Yogyakarta,” ujar Syafii.

Syafii menjelaskan, data langkah tersebut muncul kembali karena proses sinkronisasi tertunda. Saat ponsel diaktifkan oleh tim SAR dan kembali terhubung ke jaringan, sistem secara otomatis menampilkan data lama yang sebelumnya belum tersinkron.

BACA JUGA :   Ini 10 Poin Terkait Ibadah Haji Indonesia 2022

Menurutnya, hal itu memicu persepsi keliru seolah-olah terdapat aktivitas fisik setelah kecelakaan.

“Data itu bukan kejadian baru. Itu data lama yang baru tersinkron saat perangkat aktif kembali,” jelas Syafii.

Basarnas juga menegaskan bahwa secara teknis, kemungkinan seseorang melakukan lebih dari 13 ribu langkah di lokasi jatuhnya pesawat sangat kecil. Area tersebut memiliki medan ekstrem, berupa tebing curam sedalam sekitar 500 meter dan berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA :   Video Viral! Mobil Damkar Dilempari Batu Warga Saat Kebakaran di Aceh Tenggara

Dalam kondisi pasca-kecelakaan, pergerakan manusia dalam jumlah langkah tersebut hampir mustahil dilakukan tanpa peralatan khusus.

Dengan klarifikasi ini, Basarnas berharap publik tidak lagi berspekulasi dan tetap mengacu pada informasi resmi dari otoritas terkait dalam proses penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Kedaulatan Ekonomi di Atas Segalanya: Azka Aufary Ramli Kritik Liberalisme Tanpa Penguatan Institusi

INTERAKINDO.COM — Di tengah badai ketidakpastian global yang kian sulit diprediksi, tokoh pengusaha sekaligus aktivis ekonomi, Azka Aufary Ramli,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img