Minggu, Juni 21, 2026

Nasib Tragis Sandi Hidayat, Pekerja Kafe Pekanbaru: Utang, Judi Online, dan Pesan Terakhir yang Mengiris

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM — Warga Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru digegerkan oleh penemuan seorang pekerja kafe yang meninggal dunia dalam keadaan tragis di Jalan Thamrin No. 122 pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Korban, yang diketahui bernama Sandi Hidayat dan sehari-harinya bekerja di sebuah kafe di kawasan itu, ditemukan tidak bernyawa di bawah sebuah pohon dekat tempat kerjanya sekitar pukul 08.00 WIB oleh rekan kerjanya yang hendak berangkat kerja.

Sejumlah barang pribadi milik Sandi Hidayat yang diamankan polisi dari lokasi kejadian.
Foto: Dok./Istimewa

Polisi segera menerima laporan dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sebuah tangga kayu, kabel listrik, dan ponsel Android milik korban, serta selembar kertas yang diduga berisi pesan terakhir dari korban.

BACA JUGA :   Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, Seluruh Korban Sudah Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

“Di lokasi ditemukan pesan yang ditulis korban. Isinya permintaan maaf dan pengakuan mengalami tekanan ekonomi. Tidak ditemukan unsur kekerasan atau keterlibatan orang lain,” ujar AKP Anggi Rian Diansyah, dikutip dari Riau Online, Senin (19/1/2026).

Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, dari hasil pemeriksaan awal polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain yang mengarah ke tindak pidana. Temuan di lokasi justru menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

BACA JUGA :   ​KBRI Kairo Fasilitasi Transaksi Perdagangan Kopi Indonesia-Mesir
Percakapan WhatsApp terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Pekanbaru. Foto: Dok./Istimewa

Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat melakukan panggilan video dini hari sekitar pukul 03.47 WIB kepada seorang saksi yang juga merupakan pemilik tempat kerjanya. Selama komunikasi itu, korban tidak memberikan respons meskipun dipanggil berkali-kali.

Beberapa saksi juga menyebut bahwa korban mengalami tekanan ekonomi yang berat dan diduga memiliki kebiasaan bermain judi online, yang membuatnya terlilit utang dan menghadapi situasi yang semakin sulit.

Di antaranya, sebelum kejadian, korban sempat mengaku meminjam sejumlah uang dari rekan dan bahkan menggadaikan sepeda motornya demi menutup kerugian finansial. Dalam selembar pesan yang ditemukan, korban juga menuliskan penyesalan dan permintaan maaf kepada orang-orang terdekat serta peringatan untuk tidak terjerumus dalam judi online.

BACA JUGA :   Video Viral! Mobil Damkar Dilempari Batu Warga Saat Kebakaran di Aceh Tenggara

Pihak keluarga korban kemudian menolak dilakukan visum et repertum dan memilih memproses jenazah secara mandiri dengan dukungan warga sekitar.

Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang dampak negatif utang dan kecanduan judi online, serta tekanan hidup yang berpotensi membawa seseorang ke kondisi ekstrem.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Perubahan Site Plan Picu Masalah AMDAL Citimall Prabumulih, Tim DLH Akan Cek Lapangan

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Polemik dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Citimall Prabumulih terus menjadi sorotan. Meski pihak manajemen diketahui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img