Kamis, Juli 23, 2026

Badai Suku Bunga ‘Higher for Longer’ Mengancam Negara Berkembang, OJK Klaim Indonesia Tetap Tangguh

Must Read

INTERAKINDO.COM – Meski perekonomian global saat ini tengah dihantam badai ketidakpastian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga saat ini masih terjaga dengan sangat baik.

Dalam Konferensi Pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2026 yang digelar pada Jumat (5/6), Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan ketangguhan sektor keuangan domestik tersebut.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan pada 26 Mei 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di tengah peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut.

BACA JUGA :   Gas Subsidi Sulit Dicari, Harga di Martapura Melambung hingga Rp40 Ribu

Ancaman Nyata Fenomena ‘Higher for Longer’

Kiki memaparkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah menjadi pemicu utama mahalnya harga energi di pasar global. Dampak domino dari situasi ini adalah melonjaknya tekanan inflasi global, yang kemudian memperkuat proyeksi bahwa suku bunga di berbagai negara acuan akan bertahan di level tinggi dalam jangka waktu yang jauh lebih lama Situasi makroekonomi yang agresif ini menekan pasar keuangan internasional menjadi jauh lebih volatil. Dampak turunannya sudah mulai terasa dengan meroketnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di berbagai negara, sehingga arah kebijakan moneter global kian sulit untuk diprediksi.

BACA JUGA :   Masa Depan Digital Indonesia Kini Lebih Terlindungi Lewat Kolaborasi Strategis Enqura dan PT Difa Media Indonesia

Daya Tahan Ekonomi AS Mulai Goyang?

Melihat peta kekuatan ekonomi di belahan bumi lain, Amerika Serikat sebenarnya masih menunjukkan daya tahan ekonomi yang cukup kuat, terutama didorong oleh sektor pasar tenaga kerja yang tetap solid.

Namun, OJK mencatat bahwa tekanan inflasi yang tinggi di AS kini mulai menggerogoti tingkat kepercayaan konsumen di sana. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, konsumsi domestik dipastikan melambat dan berpotensi besar menahan laju pertumbuhan ekonomi global ke depan. Menghadapi tantangan ini, OJK terus memonitor ketat kondisi pasar agar industri keuangan tanah air tetap kokoh membentengi perekonomian nasional.***

BACA JUGA :   Edukasi Migas dan UMKM Jadi Magnet, Stan PHR Zona 1 Dinobatkan Terbaik di PIIS 2026
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Tuding Badan Tinju Berkonspirasi Hancurkan Kariernya, Jai Opetai Tuntut IBF dan Promotor Eddie Hearn

INTERAKINDO.COM - Darshan Desai, wartawan tinju dari Uncrowned, melaporkan bahwa mantan juara dunia kelas penjelajah IBF, Jai Opetaia, melayangkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img