INTERAKINDO.COM – Dunia tenis sejagat sedang dibuat takjub oleh dongeng luar biasa yang ditulis oleh petenis putri asal Polandia, Maja Chwalińska.
Tanpa status unggulan dan hanya menempati peringkat 114 dunia, petenis berusia 24 tahun ini sukses mengguncang panggung Roland Garros dengan melaju mulus dari babak kualifikasi hingga menembus partai final French Open 2026.
Pencapaian luar biasa ini menjadikannya sebagai petenis kualifikasi pertama dalam sejarah Open Era yang mampu mencapai babak final di turnamen tanah liat Paris tersebut.
Sempat Kesulitan Bayar Hotel Hingga Dibantu Sponsor
Siapa yang menyangka bahwa di balik performa magisnya di atas lapangan, Chwalińska sempat mengalami situasi sulit di luar arena.
Ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan melangkah sejauh ini di Paris, sehingga sempat kebingungan untuk membayar biaya perpanjangan hotel tempatnya menginap. Hal ini terjadi karena hadiah uang turnamen baru akan dicairkan setelah kompetisi benar-benar berakhir.
Beruntung, perusahaan minuman olahraga asal negaranya, Oshee, bergerak cepat turun tangan untuk menanggung seluruh biaya tagihan hotel tersebut. Kini, Chwalińska berhasil menambah durasi masa tinggalnya di Paris setelah memenangi laga semifinal yang krusial pada Kamis (4/6).
Hancurkan Penakluk Sabalenka di Semifinal
Tiket final bersejarah ini diamankan Chwalińska setelah ia sukses menumbangkan petenis unggulan ke-25, Diana Shnaider, dalam pertandingan dua set langsung yang berakhir dengan skor 7-6(4) dan 6-4.
Padahal, Shnaider sendiri sedang naik daun setelah pada babak sebelumnya membuat kejutan besar dengan menyingkirkan petenis nomor 2 dunia, Aryna Sabalenka.
“Sejujurnya tidak ada yang berubah bagi saya. Saya hanya bermain tenis. Panggungnya memang berubah, tetapi saya hanya bermain tenis, berlatih, dan itu tidak mengubah apa pun. Saya hanya ingin memenangi setiap pertandingan yang saya mainkan,” tutur Chwalińska kepada awak media usai laga.
Sambil tersenyum manis, ia menambahkan, “Mari kita tidak berpura-pura bahwa ada seseorang yang mengharapkan hal ini terjadi. Saya berada di luar peringkat 100 besar, dan sekarang saya berada di final Grand Slam, jadi saya merasa ini adalah hal yang sangat besar. Rasanya masih sulit untuk dipercaya.”
Bangkit dari Depresi Menuju Hadiah Miliaran Rupiah
Perjalanan hidup petenis kelahiran 11 Oktober 2001 di Miechów, Polandia ini memang penuh liku. Saat masih di level junior, petenis bertangan kidal dengan tinggi 165 cm ini sempat menunjukkan bakat emas saat berhasil mencapai babak final ganda putri Australian Open 2017 bersama sahabat senegaranya, Iga Świątek.
Namun, tekanan berat di dunia tenis profesional sempat merenggut kebahagiaannya.
Pada 2021 di usia 19 tahun, ia sempat memutuskan mundur sejenak dari dunia tenis akibat depresi berat. Kala itu, ia secara terbuka mengungkapkan bahwa tenis telah berubah menjadi momok yang identik dengan “tekanan, stres, dan air mata.”
Kembalinya Chwalińska ke level tertinggi saat ini menjadi simbol inspiratif tentang pentingnya kesehatan mental dan ketangguhan seorang atlet.
Apapun hasil di babak final nanti, perjuangan Chwalińska di Paris telah mengubah jalan hidup dan finansialnya secara drastis.
Sebelum French Open dimulai, total pendapatan karier tenisnya tercatat hanya sebesar $864,030 (sekitar Rp14 miliar). Namun, hanya dalam waktu dua pekan di Roland Garros, ia dipastikan mengantongi hadiah uang tunai minimal sebesar $1,624,000 (sekitar Rp26,4 miliar)—sebuah nominal yang langsung melipatgandakan total kekayaan dari karier profesionalnya.
Di babak final yang akan digelar Sabtu (6/6), sang “Ratu Kejutan” yang dilatih oleh Jaroslav Machovsky ini akan menantang petenis unggulan kedelapan asal Rusia, Mirra Andreeva.
Pecinta tenis dunia kini tengah menantikan apakah dongeng indah ini akan berakhir dengan kepemilikan trofi Suzanne Lenglen Cup di tangan Maja Chwalińska.
Rekor Perjalanan Maja Chwalińska Menuju Final:
Babak Kualifikasi:
- Putaran 1: Menang atas A. Rame (6-0, 6-3)
- Putaran 2: Menang atas Carole Monnet (6-0, 6-1)
- Putaran 3: Menang atas Suzan Lamens (7-6[4], 7-5)
Babak Utama:
- Putaran 1: Menang atas Q.W. Zheng (6-4, 6-0)
- Putaran 2: Menang atas Elise Mertens (6-4, 6-0)
- Putaran 3: Menang atas Maria Sakkari (1-6, 6-3, 6-2)
- Babak 16 Besar: Menang atas Diane Parry (6-3, 6-2)
- Perempat Final: Menang atas Anna Kalinskaya (7-6[3], 6-3)
- Semifinal: Menang atas Diana Shnaider (7-6[4], 6-4)
- Final: vs Mirra Andreeva



