Senin, Oktober 5, 2026

Abaikan Gelar WBA Super, Anthony Joshua Fokus Tumbangkan Tyson Fury di Principality Stadium

Must Read

INTERAKINDO.COM — Mantan juara dunia dua kali kelas berat, Anthony Joshua, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli dengan keputusan WBA yang mendadak mempertaruhkan sabuk kelas berat super dalam pertarungannya melawan Tyson Fury.

Duel akbar antara Joshua (30-4, 27 KO) dan Fury (36-2-1, 25 KO) dijadwalkan menjadi sajian utama yang disiarkan oleh Netflix pada 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff, Wales. Tak lama setelah duel tersebut diumumkan, WBA secara mengejutkan menyatakan bahwa gelar ‘Super’ yang sedang kosong akan diperebutkan di laga tersebut.

BACA JUGA :   Norwegia Kalahkan Senegal 3-2, Haaland Sumbang Dua Gol, Samai Mbappe Di daftar Top Skor

“Bagi saya, saya tidak bertarung demi sabuk juara apa pun,” ujar Joshua dalam wawancaranya bersama CEO majalah The Ring, Rick Reeno, di The Mr. Verzace Podcast.

“Saya bertarung hanya untuk membuktikan bahwa saya lebih baik daripada lawan di hadapan saya. Saya tidak peduli soal sabuk.”

Keputusan WBA ini memicu kebingungan dan dinilai kurang masuk akal. Sebab, ketika Oleksandr Usyk melepaskan gelar IBF, WBA, dan WBC miliknya pada Juni lalu, Murat Gassiev—yang mengamankan sabuk sekunder usai menghentikan Kubrat Pulev di ronde keenam pada Desember 2025—secara resmi diangkat menjadi juara penuh. Saat itu, Gassiev diakui sebagai satu-satunya juara dunia kelas berat versi WBA.

BACA JUGA :   Sebelum Jumpa Shakur Stevenson, Dalton Smith Wajib Uji Nyali Lawan Alberto Puello

Namun, peta gelar tersebut kembali berubah menjelang duel Desember nanti, kecuali jika laga Joshua versus Fury berakhir imbang atau no-contest.WBA ujug-ujug menyebut gelar kelas berat WBA super sedang lowong sekaligus mengundang protes kubu Gassiev.

Dalam pemeringkatan WBA saat ini, Fury berada di peringkat ke-2, sementara Joshua membuntutinya di posisi ke-3. Peringkat pertama ditempati oleh Jarrell Miller yang dilaporkan sedang memburu duel melawan Gassiev.

BACA JUGA :   Untuk Piala Dunia U20, PSSI Panggil 29 Pemain, 3 di Antaranya Pemain Naturalisasi

Meski keputusan induk organisasi berada di luar kendalinya, Joshua—yang baru saja bangkit dari dua kali knockdown untuk menghentikan Kristian Prenga di ronde kedua pada 25 Juli lalu di Jeddah—menyampaikan rasa hormatnya kepada Gassiev (34-2, 27 KO) yang gelarnya mendadak hakikat sabuknya seolah terdegradasi.

“Untuk Murat Gassiev, kami tetap menghormatimu sebagai seorang juara. Dia hanya melakukan apa yang seharusnya dia lakukan,” tutur pemenang medali emas Olimpiade 2012 tersebut.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Curanmor di Pendopo Terungkap, Dua Terduga Pelaku Dibekuk Polisi

EMPAT LAWANG, INTERAKINDO – Jajaran Polres Empat Lawang bersama Unit Reskrim Polsek Pendopo berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img