INTERAKINDO.COM – Memutar kompetisi usia dini dan muda seperti Liga Soeratin U15 dan Liga Jakarta U17—seperti yang saat ini konsisten digelar radiobola koaidi di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field—sejatinya memegang peran yang jauh lebih besar dari sekadar mencari kemenangan.
Ajang ini adalah kawah candradimuka tempat pengasahan skill, fisik, dan mental dalam segala aspeknya. Lebih dari itu, kompetisi usia muda adalah ruang suci untuk merajut persaudaraan, saling mengenal, berteman, serta membangun dan menjalin relasi positif antaranak bangsa.
Sebab, di sinilah pondasi karakter pesepakbola masa depan ditempa. Kompetisi ini adalah laboratorium. Namun, apa jadinya jika nilai-nilai luhur sportivitas tersebut justru dicederai oleh perkelahian antarpemain, seperti insiden keributan yang melibatkan dua pilar muda: Al Habsy Forlan Fahroji (Farama FC, No. 25) dan Abdullah Yusuf Azzam (Bina Taruna, No. 20)?
Laga antara Farama FC dan Bina Taruna yang digelar pada Pekan ke-11 Liga Jakarta U17 di Lapangan Sintetis 1 Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (7/11), sebenarnya tuntas dengan skor imbang 2-2.
Ironisnya, tensi panas di lapangan yang sebenarnya sudah sempat didamaikan ternyata masih menyisakan bara dendam. Di area parkir Pancoran Soccer Field, kedua pemain yang berseteru tersebut justru melanjutkan permusuhan.
Ironisnya pula, Abdullah Yusuf Azzam adalah pemain yang melesakkan 2 gol untuk Farama FC.
Al Habsy mengaku dipukul duluan sehingga berupaya keras membalas, meskipun akhirnya harus dilerai dengan susah payah oleh rekan-rekan setimnya.
CEO Liga Soeratin U17 dan Liga Jakarta U17, Erwiyantoro, bahkan harus turun tangan langsung ikut melerai. Sosok yang akrab disapa Mbah Coco itu tampak sangat murka melihat insiden tercela yang mencoreng semangat pembinaan usia muda tersebut.
“Kedua pemain harus dicoret sebagai peserta!” teriaknya dengan nada tegas.
“Ya, saya sepakat. Kami akan mencoret nama Azzam dari Farama FC,” timpal Hilman Akbar, pelatih Farama FC.
Mbah Coco kemudian mengeluarkan surat resmi terkait pencoretan kedua nama pemain tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak panitia sama sekali tidak memberikan toleransi kepada pemain yang terlibat perkelahian, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan selagi masih berada di dalam area kompleks Pancoran Soccer Field.
“Yang memukul dan yang dipukul sama-sama salah dan harus sama-sama dihukum. Yang dipukul pun kalau tidak dihalangi akan melakukan hal yang sama,” tegas Mbah Coco.
“Pemain seperti itu bukan hanya dicoret dari daftar pemain, tapi dilarang lagi menginjakkan kaki di area PSF,” tambahnya tanpa kompromi.
Tanggapan cepat langsung disampaikan oleh Ade Luken, manajer tim Farama FC, melalui surat resmi yang dilayangkan kepada panitia penyelenggara. Intinya, Ade Luken menegaskan bahwa Abdullah Yusuf Azzam kini sudah bukan lagi bagian atau anggota dari skuad Farama FC.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Elga Renaldi, pelatih Bina Taruna, mengenai status Al Habsy sebagai pemain mereka. Belum diketahui apakah pihak Bina Taruna akan mengambil langkah tegas serupa seperti yang dilakukan oleh manajemen Farama FC atau tidak.***



