PALI, INTERAKINDO – Enam tahun lalu, Mesi Saputri harus mengubur impiannya menjadi seorang guru setelah terpaksa putus sekolah akibat kesulitan ekonomi yang melanda keluarganya di masa pandemi Covid-19. Kini, harapan yang sempat padam itu kembali menyala berkat Program Sekolah Kembali yang diinisiasi PT Pertamina EP (PEP) Adera Field.
Saat pandemi, Mesi yang masih duduk di kelas X SMA terpaksa menghentikan pendidikannya. Tak lama kemudian ia menikah muda dan menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga di Pengabuan, Kabupaten PALI, sementara suaminya bekerja sebagai operator alat berat di Palembang.
Meski telah berkeluarga, perempuan berusia 21 tahun itu tak pernah benar-benar melupakan cita-citanya menjadi guru. Kesempatan itu akhirnya datang ketika PKBM Nurul Ilmi menghubunginya untuk mengikuti Program Sekolah Kembali yang didukung PEP Adera Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.
Melalui program tersebut, Mesi bersama 70 warga putus sekolah lainnya mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan Paket C sekaligus mengikuti pelatihan keterampilan menjahit.
Selama mengikuti program, para peserta mempelajari 15 mata pelajaran secara rutin dua kali dalam sepekan. Mereka juga dibekali keterampilan menjahit, mulai dari membuat pakaian hingga tas, sebagai bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Usaha keras Mesi membuahkan hasil. Pada pertengahan Juni 2026, ia dinyatakan lulus ujian Paket C.
“Kalau tidak ada program Sekolah Kembali dari PEP Adera, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya mau lanjut kuliah di jurusan PGSD karena sejak kecil saya ingin menjadi guru dan mengajar,” ujar Mesi.
Sembari menunggu proses pendaftaran kuliah, Mesi membuka warung kecil dan menerima jasa menjahit di rumahnya. Keahlian yang diperoleh dari pelatihan kini menjadi tambahan penghasilan sekitar Rp400 ribu per bulan bagi keluarganya.
Program Sekolah Kembali merupakan hasil kolaborasi PEP Adera Field dengan PKBM Nurul Ilmi, PKBM Tiga Dewa, serta pemerintah daerah. Program ini menyasar anak-anak putus sekolah dari jenjang SD hingga SMA di sekitar wilayah operasi perusahaan agar kembali memperoleh akses pendidikan dan keterampilan.
Staf Khusus Bupati PALI, Supran Mastura, mengapresiasi kontribusi Pertamina EP Adera Field dalam membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan kesempatan kedua bagi masyarakat yang sempat kehilangan akses pendidikan.
“Di balik mereka yang belum sempat mengenyam pendidikan, selalu ada mimpi yang menunggu untuk diwujudkan. Pertamina EP Adera Field hadir untuk mengembalikan harapan itu, memberikan kesempatan kedua agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita yang sempat tertunda,” ujarnya.
Melalui Program Sekolah Kembali, PEP Adera Field tidak hanya membantu peserta memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. (ril)



