INTERAKINDO.COM – Langkah besar diambil Federasi Futsal Indonesia dalam mengembangkan talenta muda tanah air. Tim Nasional (Timnas) Futsal U-17 kini tengah menjalani pemusatan latihan intensif sebagai persiapan sebelum bertolak ke Spanyol untuk melakukan lanjutan latihan di Malaga, Spanyol, dan mengikuti turnamen VI Nations U-17 Futsal Tournament 2026 di Negeri Matador itu.
Andri Paranoan dari Badan Timnas Futsal Indonesia menyampaikan apresiasinya kepada media, termasuk Sportanews.com, yang hadir memantau sesi latihan intentis yang digelar di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Ia menjelaskan bahwa agenda persiapan di Jakarta sendiri dijadwalkan berlangsung1 hingga 19 Juni 2026 sebelum keberangkatan tim.
“Kami memilih Spanyol pastinya karena pelatih kepala berasal dari sana dan memiliki banyak koneksi di Spanyol. Seperti yang kita tahu, Spanyol saat ini merupakan salah satu negara terkuat di dunia untuk cabang olahraga futsal,” ujar Andri.
Proyek Jangka Panjang dan Evaluasi Pelatih
Program ini bukanlah langkah instan, melainkan kelanjutan dari kesuksesan program pembinaan sebelumnya. Indonesia tercatat memiliki modal berharga setelah sukses menjuarai Piala AFF U-16 dan keluar sebagai runner-up pada ajang AFF U-19 yang lalu.
Manajemen menegaskan bahwa diskusi strategis terus dilakukan secara jangka panjang bersama tim kepelatihan demi masa depan futsal Indonesia.
Sementara itu, meski memiliki potensi besar, pelatih kepala Timnas Hector Souto menekankan bahwa masih banyak aspek yang harus diperbaiki sebelum tim berangkat ke Eropa. Ia mengingatkan agar publik tidak membandingkan kondisi futsal domestik dengan negara-negara adidaya futsal seperti Brasil atau Spanyol secara instan.
“Mereka telah mengembangkan anak-anak mereka sejak lama. Mereka memiliki 15 tim nasional mulai dari jenjang umur U-15, U-17, U-19, hingga U-21 dan tim senior. Sementara kita baru memulai dengan kategori U-16 pada Desember lalu, yang kemudian berlanjut menjadi kerangka tim U-17 saat ini. Jadi, kita butuh waktu,” ungkap sang pelatih.
Menolak Sistem Instan, Fokus Investasi 10 Tahun
Lebih lanjut, pelatih kepala mengkritik sistem pencarian pemain yang hanya mengandalkan deteksi talenta sesaat (talent scouting konvensional). Menurutnya, kunci utama untuk bisa bersaing di level internasional adalah investasi sistem kompetisi usia muda yang konsisten.
“Kita tidak membutuhkan deteksi talenta instan karena itu bukan cara yang tepat untuk menemukan pemain. Kita harus berinvestasi selama 10 tahun berturut-turut pada kategori U-16 dalam sebuah sistem pertandingan yang rapi. Jika itu dilakukan, barulah kita bisa bertanding dan bersaing di level teratas karena kita punya potensinya,” jelasnya tegas.
Saat ini, tim kepelatihan mengaku masih harus mengajarkan hal-hal mendasar kepada para pemain, sebuah realita yang dinilai tidak normal untuk ukuran kategori umur U-17 di Eropa, namun merupakan kenyataan yang harus dihadapi di Indonesia.
Kehadiran tim kepelatihan di sini bertujuan untuk memperbaiki realita tersebut dan membentuk pemain yang lebih berkualitas agar siap menembus liga profesional (PFL) serta program Ballantine Nationale yang telah dibentuk sebagai wadah peningkatan mutu pemain muda.
Niant Moris Very Bertekad Terpilih
Sementara itu, anchor Niant Moris Very mengaku sangat bangga bisa terplih dan masuk pelatnas futsal U17 yang berjumlah 16 pemain ini.
Pemain asal Makassar berusia 16 ini berjuang keras untuk bisa terbang ke Jakarta setelah melewati seleksi bersama 400-an pemain di Makassar, lalu bersaing dengan 50 pemain se-Sulawesi Selatan dan lolos ke Jakarta.
“Sekarang ada 26 pemain di Jakarta. Saya berharap bisa lolos ke Spanyol bersama 18 pemain lainnya,” katanya kepada interakindo.com.
Niant mengaku masih seperti mimpi bisa bergabung dalam pelatnas Timnas. Meski begitu, ia bertekad untuk bekerja keras agar bisa lolos dan diberangkatkan ke Spanyol demi membahagiakan kedua orang tuanya.
Daftar 19 Pemain TC Timnas Futsal Indonesia U-17
Goal Keeper
Muhammad Rizky Munawir – Papua Barat
Azmi Anugrah – Jawa Barat
Ridho Ramadhan – Jawa Barat
Anchor
Niant Moris Very – Sulawesi Selatan
Anak Agung Ngurah Made Kresna – Bali
- Ibnu Alan – Banten
Muhammad Revan Aditya – Aceh
Flank Kanan
Ardio Febrian Dwi P. – Papua
Defon Yossie Andrea Di – Yogyakarta
Muh Rivail – Sulawesi Selatan
Muhammad Faisal Gumilang – Jawa Barat
Flank Kiri
Unokweng Paskalis Y. Sitokmabin – Papua
Roy Brian Salosa – Papua Barat Daya
Zahi Dzakwan Putra – Sulawesi Selatan
Muhamad Dafa Ramadan – Jawa Barat
Pivot
Hetson Messi H. Sirait – Papua
Geomorgan Maikel Kareth – Papua Barat Daya
Muh. Alfayyadh Rafarrel Haerul – Sulawesi Selatan
Raditia Yunior Pratama – Jawa Barat***



