INTERAKINDO.COM – Manchester United kini dipimpin oleh Michael Carrick, yang menjabat sebagai pelatih kepala Setan Merah setelah serangkaian pergantian pelatih dalam beberapa musim terakhir. Carrick disebut sebagai sosok yang mengembalikan stabilitas dan semangat tim, meski tantangan kompetisi Premier League terus bertambah.
Carrick, mantan gelandang legendaris MU dan bagian dari skuad era Sir Alex Ferguson, kini berada di kursi pelatih setelah ditunjuk menjadi pelatih sementara pada 13 Januari 2026 menggantikan Ruben Amorim. Dalam beberapa laga awalnya, Carrick memperlihatkan hasil positif dengan membawa Red Devils meraih kemenangan penting, termasuk Derbi Manchester saat menang 2-0 atas Manchester City, sebuah awal yang langsung mencuri perhatian publik dan analis sepak bola.
Jalur Kepelatihan MU Pasca Era Sir Alex Ferguson
Manchester United mengalami periode berganti pelatih cukup sering sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013. Beberapa momen penting sejarah kepelatihan itu antara lain:
- David Moyes: Jadi pelatih pertama MU pasca-Ferguson pada 2013, tapi hanya bertahan kurang dari satu musim sebelum dipecat pada April 2014 selepas performa kurang stabil.
- Ryan Giggs (interim): Legenda klub yang menghabiskan empat laga sebagai pelatih sementara setelah Moyes pergi.
- Louis van Gaal dan Jose Mourinho: Dua pelatih besar yang memimpin MU di periode berbeda, dengan Mourinho sempat menyumbang trofi Liga Europa.
- Ole Gunnar Solskjaer & Ralf Rangnick: Mantan manajer yang masing-masing sempat memberikan dampak berbeda di kursi kepelatihan.
- Ruben Amorim: Menjabat sejak 1 November 2024 hingga awal Januari 2026, namun posisi ini kemudian berubah seiring dinamika performa tim.
Kini, Carrick menghadapi fase penting untuk mempertahankan momentum positif dan membangun fondasi tim yang lebih kompetitif di sisa musim ini.
Filosofi Carrick
Sebagai pelatih, Carrick dikenal dengan pendekatan yang menekankan konsistensi, mentalitas bertahan yang kuat, serta kebangkitan lini tengah hal yang tercermin dalam performa MU belakangan ini. Di bawah arahan Carrick, Setan Merah menunjukkan tren kemenangan yang meningkat dengan formasi yang lebih stabil dan kombinasi pemain muda serta senior yang lebih teratur.
Dalam salah satu sesi wawancara pada periode Januari–Februari 2026 saat menjabat manajer interim, Carrick mengutip pebalap F1 Lewis Hamilton untuk menggambarkan filosofi kerjanya.
“Jika saya merasa nyaman di dalam mobil, berarti saya tidak cukup cepat. Jangan pernah merasa nyaman, karena jika kamu merasa nyaman, maka kamu tidak cukup berusaha,” ujar Carrick, menekankan pentingnya rasa lapar dan tekanan dalam membangun tim.
Beberapa kemenangan besar dalam beberapa laga terakhir menunjukkan bahwa Carrick mampu menyeimbangkan ambisi menyerang dengan pertahanan yang lebih solid.
Duel Premier League 24 Februari
Manchester United dijadwalkan menghadapi Everton pada 24 Februari 2026 di Premier League, sebuah laga yang dipandang krusial dalam upaya MU mempertahankan posisi di papan atas klasemen terutama di tengah kompetisi ketat di musim ini. Jadwal pertandingan ini tercantum dalam kalender resmi Premier League dan klub.
Everton sendiri kini diasuh oleh David Moyes, pelatih asal Skotlandia yang sebelumnya sempat menangani MU pada musim 2013-2014 dan kini kembali menantang mantan klubnya.
Pertandingan ini mendapat sorotan karena Moyes dikenal memiliki pengalaman panjang di Premier League, termasuk periode panjangnya sebagai manajer Everton pertama kalinya sejak 2002.
Bagi MU, laga lawan Everton bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan momentum untuk mengukuhkan stabilitas setelah periode perubahan pelatih dan menunjukkan arah permainan di bawah arah Carrick.



