INTERAKINDO.COM – Lomba marathon pada Olimpiade St. Louis 1904 di Missouri, Amerika Serikat, sering disebut sebagai definisi dari bencana komedi dalam sejarah olahraga setelah serangkaian insiden aneh, kondisi ekstrem, dan keputusan organisasi yang kacau membuat perlombaan ini menjadi salah satu yang paling memalukan dalam sejarah Olympic Games.
Diselenggarakan pada 30 Agustus 1904, lomba marathon digelar di tengah teriknya cuaca musim panas, suhu mencapai sekitar 32 °C, dan di atas jalan-jalan berdebu tanpa banyak titik air untuk para pelari kondisi yang jauh dari standar lomba modern.
Akibatnya, hanya 14 dari 32 pelari yang berhasil menyelesaikan rute sejauh sekitar 40 km itu karena kelelahan, dehidrasi, dan kondisi ekstrem lainnya.
Kisah-kisah Paling Absurd di Lomba Marathon 1904
Marathon Olimpiade St. Louis 1904 bukan cuma soal panas terik dan debu tebal. Yang bikin lomba ini legendaris justru rentetan kejadian nyaris tak masuk akal yang terjadi di lintasan. Kalau dipikir-pikir, ini lebih mirip film komedi daripada ajang olahraga paling bergengsi dunia.
1. Frederick Lorz: “Juara” yang Ternyata Naik Mobil

Frederick Lorz sempat masuk stadi21on lebih dulu dan disambut sebagai pemenang. Ia bahkan sudah berfoto dan menerima ucapan selamat.
Masalahnya? Ia hanya berlari sekitar 14 kilometer sebelum kelelahan, lalu menumpang mobil untuk sebagian besar sisa perjalanan. Mendekati garis finis, ia turun dan kembali berlari seolah-olah menyelesaikan lomba secara normal. Ketika ketahuan, ia langsung didiskualifikasi. Momen juara dadakan itu pun berubah jadi skandal.
2. Len Taunyane: Dikejar Anjing Sampai Nyasar

Foto: Wikimedia Commons / Wikipedia
Pelari asal Afrika Selatan, Len Taunyane, sebenarnya punya peluang finis lebih baik. Tapi di tengah lomba ia dikejar anjing liar hingga keluar jalur dan tersesat ke ladang jagung.
Ia kehilangan banyak waktu dan akhirnya hanya finis di posisi kesembilan. Bukan karena kalah stamina, tapi karena “gangguan eksternal” yang tak terduga.
3. Felix Carvajal: Makan Apel Busuk, Sempat Istirahat, Tetap Finis Keempat

Kisah Felix Carvajal mungkin yang paling unik. Pelari asal Kuba ini datang dengan kondisi serba terbatas. Ia berlari dengan sepatu bot dan celana panjang yang dipotong seadanya.
Di tengah lomba, karena lapar, ia berhenti dan memakan apel dari kebun di pinggir jalan. Sayangnya apel itu busuk dan membuatnya sakit perut. Ia sempat berhenti untuk memulihkan diri sebelum akhirnya melanjutkan lomba. Hebatnya, ia tetap finis di posisi keempat.
4. Thomas Hicks: Juara yang Nyaris Tumbang karena Racun

Yang paling dramatis justru datang dari pemenang resminya, Thomas Hicks. Menjelang garis akhir, ia sudah hampir pingsan karena dehidrasi parah.
Timnya lalu memberinya campuran strychnine (racun tikus dalam dosis kecil sebagai stimulan) dan brendi. Campuran itu membuatnya bisa terus bergerak, tapi dalam kondisi linglung dan hampir tak sadar. Hicks bahkan harus disangga oleh timnya saat melewati garis finis.
Ia tetap dinyatakan sebagai juara. Tapi cara menangnya jadi salah satu cerita paling kontroversial dalam sejarah marathon.
Organisasi Buruk & Dampaknya
Perlombaan juga mengalami gangguan lain seperti keterbatasan air, debu tebal yang disebabkan mobil pendukung di lintasan, serta peserta yang tidak memiliki pengalaman jarak jauh namun ikut dalam lomba, menciptakan suasana lebih mirip pertunjukan lelucon daripada kompetisi atletik yang serius.
Bahkan, komisi penyelenggara hampir memutuskan untuk menghapus lomba marathon dari program Olimpiade hanya karena hasil dan jalannya perlombaan yang kacau balau ini.
Warisan & Cemoohan Sejarah
Meski demikian, marathon St. Louis 1904 tetap menjadi bagian penting dari sejarah olahraga, sebagai pengingat akan perlunya perencanaan yang matang dalam event besar dan standar keselamatan yang kini menjadi kewajiban di lomba jarak jauh. Perlombaan ini sering disebut oleh sejarawan olahraga sebagai salah satu momen paling aneh (strangest) dan kacau serta menjadi cerita klasik yang dibahas sampai sekarang.



