INTERAKINDO.COM – Dua pria paling berbahaya di kelas penjelajah saling bentrok di Bournemouth International Centre, Inggris, Sabtu (6/6).
Dalam partai utama, pahlawan lokal Chris “The Gentleman” Billam-Smith mempertaruhkan ambisi gelar dunianya melawan mesin penghancur asal Kanada, Ryan “The Bruiser” Rozicki, di atas panggung perdana Zuffa Boxing di Britania Raya.
Duel utama ini menyajikan sebuah laga klasik yang instan ketika mantan juara dunia kelas penjelajah, Chris Billam-Smith, menerima semua serangan yang dilancarkan Ryan Rozicki, lalu membalikkan keadaan untuk menghentikan petinju Kanada tersebut setelah melewati tujuh ronde yang melelahkan.
Petinju asli Bournemouth itu harus masuk ke situasi kritis bersama Rozicki, yang meluncurkan serangan tanpa henti ke arah dagu sang pahlawan lokal selama tujuh ronde.
Namun, “CBS” (Chris Billam-Smith) memamerkan kemampuan bertahan yang cerdas dan kondisi fisik yang luar biasa sebelum membalas kekuatan Rozicki dengan pukulan kerasnya sendiri untuk pada akhirnya mengklaim kemenangan TKO di ronde 7.
Rozicki memulai laga dengan agresivitas khasnya dan situasi hampir lepas kendali ketika ia diperingatkan oleh wasit karena melakukan tandukan kepala saat posisi merapat (clinch).
Namun, setelah merasakan sedikit kekuatan Rozicki, Billam-Smith mulai membalas dengan pukulan bertenaganya sendiri saat kedua petinju saling bertukar pukulan di tali ring.
Rozicki melanjutkan tekanan ke depannya yang tanpa henti seraya terus melepaskan pukulan melingkar besar ke arah petinju Inggris itu, tetapi justru petinju Kanada tersebut yang harus kembali ke sudutnya dengan luka di atas mata kirinya setelah benturan kepala lainnya.
Billam-Smith mencoba mencari celah untuk pukulan jab-nya di awal Ronde 2, tetapi ia dengan cepat mendapati dirinya berada dalam posisi bertahan saat Rozicki merangsek maju dan kembali melepaskan pukulan hook keras. Setelah peringatan lain dari wasit karena menggunakan kepala, poin Rozicki akhirnya dikurangi oleh sang pengadil lapangan.
Di Ronde 3, aksi saling serang terus berlanjut tanpa ampun, di mana setiap pukulan yang dilepaskan Rozicki membawa ambisi untuk mengakhiri pertandingan. Billam-Smith bertahan dengan sangat baik, lalu mengejutkan petinju Kanada itu dengan pukulan kanan balasan yang keras yang sempat membuat Rozicki terpaku di tempat.
Kendati demikian, ia pulih hampir seketika dan melanjutkan gempurannya, tetapi pukulan Billam-Smith tampak mendarat lebih bersih sembari ia tetap kokoh secara pertahanan, lalu melepaskan pukulan bertenaganya sendiri.
Kecepatan yang brutal ini tidak menurun sepanjang ronde keempat dan kelima saat Rozicki terus berjalan maju, melepaskan pukulan dengan kekuatan penuh. Sementara itu, Billam-Smith mengandalkan serangan balik, dan menyengat petinju Kanada itu dengan beberapa pukulan mencolok yang membuat penonton di Bournemouth berdiri bergemuruh.
Namun, terlepas dari keberhasilan tersebut, tekanan konstan dari Rozicki memastikan petinju Inggris itu tidak pernah memiliki waktu untuk beristirahat, memaksa sang favorit tuan rumah untuk berjuang ekstra keras agar tidak kewalahan.
Sangat mustahil untuk berpikir bahwa pertarungan ini bisa naik ke level yang lebih gila lagi, tetapi hal itu benar-benar terjadi di ronde keenam, ketika Rozicki menyudutkan Billam-Smith ke pojok ring dan melepaskan pukulan keras ke arah kepala dan tubuh.
Kemudian datanglah momen di mana situasi berbalik sepenuhnya ke arah Billam-Smith; sang pahlawan lokal menggigit pelindung mulutnya erat-erat dan melepaskan kombinasi 12 pukulan yang sangat cepat, di mana hampir setiap pukulan bersarang telak di dagu Rozicki.
Namun, meski Billam-Smith menghujani petinju Kanada itu dengan pukulan, Rozicki entah bagaimana masih tetap mampu berdiri tegak.
Setelah perang tiga menit yang liar di ronde keenam, tempo duel sedikit menurun di ronde ketujuh saat kebrutalan laga mulai menguras fisik kedua pria tersebut. Meski begitu, masih ada waktu bagi Billam-Smith untuk membuat penonton berdiri bergemuruh saat ia mengakhiri ronde dengan kombinasi brilian lainnya.
Tampaknya semua orang sudah bersiap untuk babak final yang mendebarkan di tiga ronde terakhir, namun kerusakan besar telah terjadi. Rozicki diputuskan mundur oleh sudut ringnya sebelum dimulainya Ronde 8, memberikan Billam-Smith kemenangan yang paling sulit diraih sepanjang karier tinjunya.***



