Senin, Agustus 31, 2026

Federasi Kolombia Lindungi Campaz Dari Ancaman Maut, Cegah Tragedi Escobar Terulang

Must Read

INTERAKINDO.COM – Pemain timnas Kolombia, Jaminton Campaz, dilaporkan menerima ancaman pembunuhan setelah negaranya tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Campaz menjadi sasaran amukan supporter Kolombia, setelah dirinya gagal memanfaatkan peluang emas pada babak perpanjangan waktu dalam laga babak 16 besar yang membuat Kolombia tersingkir akibat kalah adu penalti melawan Swiss.

Akibat terror tersebut, pemain berusia 26 tahun yang kini merumput bersama klub Argentina, Rosario Central itu, langsung memisahkan diri dan menolak naik pesawat bersama rombongan tim nasional yang dijadwalkan pulang ke Bogota. Hingga saat ini, keberadaan Campaz pun masih dirahasiakan demi alasan keselamatan.

BACA JUGA :   200 Kursi Roda dari Baznas dan BSI Bikin Pelayanan Jemaah Haji Lansia di Makkah dan Mmadinah Makin Optimal

Menanggapi hal itu, Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF), menyampaikan dukungan penuh kepada Campaz beserta keluarga dan seluruh pemain tim nasional Kolombia. FCF juga menegaskan tidak ada atlet yang pantas menerima intimidasi hanya karena membela negaranya.

“Kami menyatakan solidaritas penuh kepada Jaminton Campaz, keluarganya, seluruh pemain tim nasional Kolombia, dan seluruh delegasi. Sepak bola harus menjadi ruang persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat bagi kebencian, intimidasi, ataupun kekerasan,” tulis FCF.

BACA JUGA :   Pensiun (Lagi) di Usia 40 Tahun, Manuel Neuer Curhat Tersingkir dari Piala Dunia Terasa Sangat Pahit

“Tidak boleh ada satu pun atlet, maupun anggota keluarga dekat mereka, yang boleh menjadi sasaran intimidasi dan ancaman hanya karena mewakili negara mereka di atas lapangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Campaz menyampaikan pesan kepada publik melalui akun Instagram pribadinya. Campaz mengunggah pesan emosional yang panjang, untuk merespons kegagalan tim sekaligus gelombang kecaman dan hujatan yang menerpanya.

“Saya sangat menyesal karena tidak mampu memberikan kegembiraan yang kita semua harapkan. Namun, saya ingin kalian tahu bahwa dedikasi, komitmen, dan rasa cinta saya untuk jersi ini tidak pernah berkurang sedikit pun. Saya telah memberikan semua yang saya miliki di atas lapangan, dan saya siap melakukannya seribu kali lagi demi negara saya,” tulis Campaz.

BACA JUGA :   Amerika 2 – 0 Bosnia, Dua Gol Dianulir, Dua Gol Bersarang

Kasus yang menimpa Campaz mengingatkan kembali akan tragedi yang menimpa bek legendaris Kolombia, Andres Escobar pada tahun 32 tahun silam. Escobar ditembak mati di kota Medellin, beberapa hari setelah dirinya melakukan gol bunuh diri yang menyebabkan Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Insiden Jembatan Pongpet Pangandaran: Kapasitas Maksimal 2 Ton, Dijejali Puluhan Orang

INTERAKINDO.COM — Video amatir di media sosial memperlihatkan suasana kisruh saat Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img