Sabtu, April 25, 2026

Nasib Tragis Olympian Indonesia Pino Bahari: Dulu Dipuja di Beijing, Kini Dianaktirikan Pemerintah di Rumah Sakit

Must Read

INTERAKINDO.COM – Kabar duka sekaligus memilukan datang dari pahlawan olahraga Indonesia. Pino Bahari, peraih medali emas Asian Games Beijing 1990 dan Olympian kebanggaan tanah air, kini terbaring tak berdaya di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan motor di Denpasar, Bali.

Putra dari pelatih legendaris Daniel Bahari ini mengalami cedera parah, termasuk patah engkel kaki kiri dan patah tulang rusuk di empat ruas.

Namun, di balik rasa sakit fisiknya, terungkap fakta yang jauh lebih menyakitkan: sang legenda hidup kini harus menyambung hidup sebagai pengemudi ojek online dan panitia tinju lokal dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup.

BACA JUGA :   Petinju Legendaris Lennox Lewis Ikut Menjagokan Crawford Menang atas Spence Jr, Apa Alasannya?

Biaya Operasi Rp200 Juta: Antara Hidup dan Mati

Kondisi ekonomi yang sulit membuat Pino tak mampu melunasi biaya operasi yang menembus angka Rp200 juta. Jangankan untuk pengobatan medis yang mahal, untuk kebutuhan sehari-hari saja ia sudah terseok-seok.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada uluran tangan dari pihak-pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab.

Indonesia Peduli Olahraga (IPO) melontarkan kritik pedas terhadap sikap Kemenpora di bawah kepemimpinan Erick Thohir dan Wamenpora Taufik Hidayat.

BACA JUGA :   Yang Diincar Bivol bukan Rematch dengan Canelo, tapi Artur Beterbiev

Keduanya dinilai “cuek bebek” dan tidak menunjukkan simpati sedikit pun, padahal kecelakaan yang dialami Pino terjadi sejak 13 April.

Taufik Hidayat sendiri merupakan sesama Olympian. Tidak ada kunjungan, apalagi bantuan nyata bagi sosok yang pernah mengharumkan Merah Putih di panggung dunia.

Sorotan Tajam untuk IOA dan Kabinet Merah Putih

Kekecewaan juga diarahkan kepada Indonesian Olympian Association (IOA) yang dipimpin Yayuk Basuki. Ketua IPO Joseph Erwiyantoro mempertanyakan transparansi dana sponsor Rp2,5 miliar yang pernah diterima IOA, karena tidak ada sedikit pun bantuan yang mengalir untuk Pino Bahari di masa kritisnya.

BACA JUGA :   Madrid Lolos Ke 16 Besar Copa Del Rey, Xabi Alonso Tegaskan Peran Mbappe

Erwiyantoro, bahkan memberikan saran keras kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mendesak agar Erick Thohir dan Taufik Hidayat masuk dalam daftar teratas menteri yang wajib dicopot dalam reshuffle Kabinet Merah Putih mendatang.

Jika nasib legenda seperti Pino Bahari saja diabaikan, masa depan atlet muda Indonesia kini berada dalam bayang-bayang kegelapan.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Detik-Detik Tragis di Perlintasan Karang Raja, Lansia Tewas Disambar Kereta Babaranjang

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Suasana pagi yang masih gelap di Kota Prabumulih berubah menjadi duka. Seorang perempuan lanjut usia, Rudinem (68),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img