INTERAKINDO.COM – BTC (Bina Taruna Cibubur) sukses mengempaskan tim elite Diklat ISA dengan skor telak 3-0 pada laga Pekan ke-11 Liga Jakarta U17 di Lapangan 2 Pancoran Soccer Field, Jakarta, Minggu (8/11).
Gol pertama BTC lahir dari kaki striker Rizki Rafael, disusul dua gol di babak kedua yang masing-masing dicetak oleh striker Apriliansyah pada menit ke-37 dan Alzena Pratama Putra pada menit ke-40.
Pernah menang 2-1 atas BTC pada Putaran Pertama, kekalahan di Putaran Kedua ini tentu sangat merugikan Diklat ISA, meski mereka masih bertahan di posisi kedua klasemen Grup Putih di bawah Batavia FC yang telah mengantongi 27 poin dan menyisakan tabungan satu pertandingan.
Sukses BTC, kata pelatih Zico Berliani, tak lepas dari keberanian anak asuhnya yang tampil menggebrak sejak awal babak pertama.
“Lima menit pertama anak-anak harus melakukan perbedaan. Sementara di lima menit akhir harus benar-benar waspada,” kata pelatih yang juga putra dari Joni Herwanto, pelatih Kemayoran 17 FC di Liga Soeratin U15 tersebut.
Kemenangan BTC, tambah Zico, diraih berkat kerja keras seluruh pemain di lapangan. Selain itu, Zico juga menekankan agar para pemain cadangan benar-benar mengamati jalannya pertandingan dari bangku cadangan untuk mencermati celah dan kelemahan lawan.
Menurut Zico, Rasyid Shabran Sucahyo dan kawan-kawan memang mengusung motivasi besar untuk lolos ke Delapan Besar dengan menjaga posisi tetap di Empat Besar Grup Putih. Kekalahan 1-2 pada Putaran Pertama menjadi pelecut utama bagi mereka untuk membalas dendam. Tak heran jika Shabran sendiri bekerja keras menjaga gawangnya agar tak kebobolan, bahkan sempat mendapat perawatan ringan akibat tubuhnya membentur tiang gawang.
Dalam laga ini, Zico memamerkan racikan formasi asimetris 4-2-3-1 yang bertransformasi menjadi 3-4-3 saat bertransisi antara menyerang dan bertahan.
Meski mengandalkan sistem hibrida atau taktik bunglon ini, Zico menegaskan agar dua center-back dan satu gelandang bertahan benar-benar disiplin menjaga kedalaman area pertahanan.
“Mereka sama sekali tidak boleh naik untuk mengantisipasi counter-attack,” ujarnya.
“Saya melihat anak-anak Diklat ISA sangat unggul dalam counter-attack di Putaran Pertama, jadi kami harus waspada dengan menyisakan tiga pemain tetap di area belakang.”
Sementara itu, head coach Diklat ISA, Riyandi, mengakui keunggulan taktik BTC. Namun, ia juga tak memungkiri bahwa para pemainnya kesulitan mengembangkan permainan akibat faktor kelelahan fisik.
“Pagi harinya anak-anak bermain di kompetisi lain, dan dari sana kami langsung datang ke Pancoran ini untuk bertanding melawan BTC. Waktu recovery anak-anak sangat tidak ideal,” ungkap Riyandi.
Selain itu, menurut Riyandi, karakter Lapangan 2 tempat laga dimainkan terasa agak tricky sehingga menyulitkan para pemain untuk mengembangkan permainan terbaiknya.
Masih menyisakan tiga pertandingan hingga Pekan ke-14, Riyandi bertekad membawa timnya tampil lebih maksimal demi mempertahankan posisi kedua Grup Putih dan menyegel tiket ke Delapan Besar.
Hasil Pertandingan Sabtu (7/11):
- PSF Academy 2-1 Tunas Betawi
- Bina Taruna 2-2 Farama FC
Hasil Pertandingan Minggu (8/11):
- Pemuda Jaya 1-4 Putra Nusantara
- Bina Mutiara 5-0 Putra Sejati
- Diklat ISA 0-3 BTC
Jadwal Pertandingan Sabtu (14/11):
- Mavericks vs Nawasena FC
- Satria Sanggeni vs Bintang Ragunan
- Toyo Haryono vs Batavia FC***



