Senin, Oktober 26, 2026

Cucu Idi Amin Kembali Bikin Ulah di Ring Tinju, Didiskualifikasi dari Dua Turnamen Internasional

Must Read

INTERAKINDO.COM – Abdul Aziz, cucu mantan diktator Afrika Idi Amin Dada sekaligus petinju amatir kelas berat-super, didiskualifikasi dari turnamen internasional keduanya akibat melakukan pelanggaran terhadap lawannya.

Diskualifikasi terbaru ini terjadi setelah ia memukul KO petinju Mesir, Mohamed Hossen, yang sudah membalikkan badan menyusul berbunyinya bel tanda berakhirnya pertarungan final mereka pada Jumat (23/10) di Kejuaraan Tinju Afrika di Nairobi.

Pelanggaran tersebut mengakibatkan petinju Uganda berusia 25 tahun itu diusir keluar ring dan panitia turnamen mencabut medali perak yang sebenarnya telah ia amankan melalui kemenangan atas Kenneth Anigboro asal Nigeria di perempat final dan Mbangi Mukewa dari Republik Demokratik Kongo di semifinal.

BACA JUGA :   Debut Kilat Karim Adeyemi di Barcelona Bikin Hansi Flick Takjub, Ancaman Nyata Bagi Lini Serang Lawan

Sebelumnya, Abdul Aziz juga didiskualifikasi pada ronde ketiga dalam laga pembukanya melawan petinju Inggris Damar Thomas di ajang Commonwealth Games tahun ini di Glasgow, setelah menerima peringatan kedua karena melakukan tandukan kepala.

Sebelum ajang Commonwealth Games bergulir, Aziz sempat menjadi sorotan media setelah menegaskan bahwa kemenangan di turnamen tersebut akan menobatkannya sebagai “raja baru Skotlandia”.

BACA JUGA :   Terhalang Cedera Bintang Akbar, Pasangan Voli Pantai Indonesia Rebut Perak di Asian Games Aichi-Nagoya

Kiasan “Raja Skotlandia” tersebut merupakan julukan terkenal yang disematkan oleh kakeknya, yang lebih dikenal sebagai “Jagal dari Uganda” (Butcher of Uganda) selama delapan tahun masa kekuasaannya, yang dilaporkan sarat akan pelanggaran hak asasi manusia, penindasan politik, persekusi etnis, dan krisis ekonomi.

Sebagai mantan perwira militer Uganda, Idi Amin merebut kekuasaan pemerintah Uganda melalui kudeta militer dan menjabat sebagai presiden ketiga mulai tahun 1971 hingga digulingkan pada tahun 1979. Sejumlah lembaga hak asasi manusia memperkirakan antara 100.000 hingga 500.000 orang tewas di bawah rezim kekuasaannya.

BACA JUGA :   Mental Baja Berbicara, Dibantai 0-2, Ismu/Ling Ling Mengamuk di Kandang Lawan Demi Mahkota Juara Dunia

Sang kakek, Idi Amin, juga merupakan seorang petinju dan sempat memegang gelar juara kelas berat-ringan Uganda selama sembilan tahun pada dekade 1950-an.

Aziz, yang juga dikenal dengan julukan “Ringo”, tidak pernah bertemu langsung dengan kakeknya yang meninggal dunia saat ia masih balita.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Merasa Kelas Ringan Bukan Berat Alaminya, Vasyl Lomachenko Siapkan Comeback Besar di Kelas Bulu Super

INTERAKINDO.COM - Vasyl Lomachenko mengumumkan rencananya kembali naik ring pada 2027 dalam upaya terakhirnya mewujudkan ambisi menjadi juara dunia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img