Selasa, Oktober 6, 2026

Mahasiswa Unsri Soroti Karhutla, Herman Deru Sebut Ada Satgas hingga Modifikasi Cuaca

Must Read

PALEMBANG, INTERAKINDO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyampaikan aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, Senin (5/10/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar lebih cepat tanggap dalam menangani persoalan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

Mahasiswa menyoroti pentingnya langkah penanganan yang cepat dan terpadu, mengingat karhutla dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

BACA JUGA :   Awali Haul Akbar Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom Al Banyumasi di Purbalingga, Paket Sembako Diberikan di 239 Desa

Gubernur Sumsel Herman Deru kemudian menerima langsung para pengunjuk rasa dan menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa Unsri.

“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa Unsri. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus bekerja keras dalam upaya mengatasi karhutla,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, Pemprov Sumsel bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah langkah dalam penanganan dan pencegahan karhutla.

BACA JUGA :   Resmi Dikukuhkan, PPMS Siap Bangun Kemitraan Pekerja, Perusahaan dan Pemerintah

Upaya tersebut antara lain dengan membentuk Satgas Karhutla, melakukan pengeboman air atau water bombing dari udara, mengintegrasikan informasi melalui Aplikasi Songket, serta melakukan modifikasi cuaca.

“Mulai dari pembentukan Satgas Karhutla, pengeboman air dari udara, integrasi informasi melalui Aplikasi Songket, hingga modifikasi cuaca, semuanya dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla di Sumsel,” jelasnya.

Herman Deru juga menilai aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam mengawal persoalan lingkungan di Sumatera Selatan.

BACA JUGA :   Angkot Terbakar di Kabupaten Bogor, Cek Kronologinya Disini !!

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat, mahasiswa, masyarakat, serta seluruh pihak terkait.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga partisipasi dan kepedulian mahasiswa serta masyarakat sangat kami apresiasi,” katanya.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait langkah-langkah penanganan karhutla, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi dalam menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Cara Daftar Jadi Penerima Bansos via Perlinsos, Pencairan Tahap 4 Periode Oktober-Desember 2026

INTERAKINDO.COM — Memasuki Oktober 2026, masyarakat yang membutuhkan sudah dapat mendaftarkan diri secara mandiri untuk menerima Bantuan Sosial (Bansos)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img