Minggu, September 6, 2026

Kembangkan Desa Wisata, Jaswita Jabar Siap Berkolaborasi dengan Warga Setempat

Must Read

JAKARTA, interakindo.com — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Jaswita Jabar, berkonsentrasi mengembangkan desa wisata untuk membangkitkan ekonomi melalui kolaborasi dengan warga setempat.

Chief Operating Officer (COO) PT Jaswita Jabar Raden Ridha Wirahman P. usai seminar nasional secara hybird mengenai peluang industri pariwisata Indonesia pascapandemi COVID-19 di IICC Botani Square Bogor, Sabtu (25/2), mengatakan, konsep wisata berkelanjutan dengan mengajak wisatawan kembali ke alam merupakan salah hal yang menarik dan sesuai dengan keadaan kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Jadi memang kami salah satunya konsentrasi ke desa wisata. Sudah ada beberapa yang mendapat penghargaan, semoga ke depan lebih banyak lagi,” katanya.

BACA JUGA :   LaNyalla Mattalitti: Kyai dan Alim-ulama Salah Satu Pemilik Saham Negara

Menurut Ridha, sapaannya, ekowisata dapat mengembalikan kembali kecintaan masyarakat terhadap keasrian di tengah kehidupan perkotaan dengan aktivitas yang padat.

Sementara itu, katanya, bagi masyarakat desa yang semula banyak pergi ke kota akan memiliki rasa ingin mengembangkan desanya dan menjaga ekosistem lingkungannya.

Di Jawa Barat telah ada delapan desa yang mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, yaitu Desa Wisata Gegesik Kulon di Cirebon peringkat kedua konten kreatif, Desa Wisata Alamendah di Bandung mendapat peringkat kedua desa digital.

BACA JUGA :   Kemenag Siap Buka Seleksi Program Beasiswa Santri 2023, Ini Cara Pendaftarannya

Selain itu, Desa Wisata Saung Ciburial di Garut mendapatkan peringkat tiga toilet umum bersih, Desa Wisata Cisande di Sukabumi mendapat peringkat kelima toilet umum bersih, Desa Wisata Cibuntu di Kuningan mendapat peringkat ketiga inspiratif, Desa Wisata Hanjeli peringat ketiga wisata rintisan dan Desa Wisata Situs Gunung Padang mendapat terbaik ketiga toilet bersih.

Jaswita, kata dia, mendapat amanat Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menumbuhkan usaha warga sekitar. Masyarakat diajak ke dalam forum kesadaran wisata (fordarwis) untuk memahami potensi usaha pariwisata di sekitarnya.

BACA JUGA :   Pemkot Prabumulih Perkuat Kepastian Batas Wilayah, Wali Kota Serahkan Berita Acara dan Peta Kelurahan

“Jadi untuk mengurangi pungli dan membuat masyarakat sadar wisata dulu itu yang penting, biasanya digarap oleh pemerintah setempat, kemudian kami masuk memberi informasi investor, pengelolaan wisata yang bisa dikembangkan,” katanya.

Ia menyebutkan di Jawa Barat pada 2022 jumlah kunjungan wisata domestik telah mencapai 22 juta wisatawan, sedangkan pelancong mancanegara sebanyak 1.156 orang.

Kondisi tersebut, katanya, sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan pada 2021 dan 2020 yang terdampak pandemi COVID-19.

“Jadi kondisi ini sudah sangat jauh lebih baik. Tapi kita ingin tahun ini jauh lebih baik,” ujarnya, dilansir kantor berita Antara.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Liga Soeratin U15 – Manfaatkan Blunder Kiper Lawan, Farama FC Cukur ABC Wirayudha Empat Gol Tanpa Balas

INTERAKINDO.COM – Farama FC tampil makin perkasa pada pekan terakhir Putaran 1 Liga Soeratin U15 Piala Gubernur 2026. Menghadapi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img