Minggu, September 13, 2026

Kena PHP, Paolo Maldini Merasa Tak Punya Kuasa dan Hengkang Dari Federasi Sepak Bola Italia

Must Read

Drama Panas Sepakbola Italia, Penunjukan Pirlo Ditolak Mentah-Mentah, Proyek Panjang Italia Runtuh dalam 2 Minggu!

Terjemahan Naskah

Paolo Maldini dan Leonardo resmi meninggalkan jabatan senior mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) hanya dua pekan setelah diangkat. Keputusan mendadak ini mengakhiri proyek ambisius yang dirancang untuk membangun kembali struktur tim nasional Italia yang tengah terpuruk.

Maldini sebelumnya ditunjuk sebagai Direktur Teknis FIGC sekaligus Presiden Club Italia, sementara mantan eksekutif AC Milan dan Paris Saint-Germain, Leonardo, bergabung sebagai penasihatnya.

Pasangan ini diberi tanggung jawab untuk membangun identitas sepak bola yang seragam di seluruh tingkatan tim nasional Italia—mulai dari kelompok umur hingga tim senior—dengan kontrak yang rencananya berjalan hingga Piala Dunia 2030.

BACA JUGA :   Ashleigh Barty Mundur dari Turnamen Tenis Indian Wells dan Miami Open

Namun, proyek tersebut runtuh berantakan setelah Presiden FIGC, Giovanni Malagò, menolak menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru timnas Italia.

Pirlo muncul sebagai kandidat utama pilihan Maldini dan Leonardo setelah pendekatan kepada Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menemui jalan buntu.

Maldini dan Leonardo dilaporkan langsung menyampaikan keputusan mundur mereka kepada Malagò setelah pembicaraan akhir gagal mencapai kesepakatan. Kepergian mereka terjadi hanya 16 hari setelah secara resmi memimpin struktur teknis baru Italia tersebut.

BACA JUGA :   Inggris Vs Prancis Lahirkan 10 Gol, Three Lions Dapat Perunggu

Penolakan Pirlo Memicu Hancurnya Kepercayaan

Perselisihan ini bukan sekadar masalah apakah Pirlo cocok atau tidak menjadi pelatih. Maldini dan Leonardo dikabarkan menganggap keputusan penolakan tersebut sebagai bukti bahwa mereka tidak diberi wewenang penuh seperti yang dijanjikan saat menerima jabatan tersebut.

Duet ini didatangkan untuk memimpin keputusan-keputusan di bidang olahraga, menentukan pelatih kepala Italia berikutnya, dan menerapkan filosofi teknis jangka panjang.

Pirlo dipandang sebagai kandidat yang sesuai dengan visi mereka yang menyukai sepak bola berbasis penguasaan bola serta progresif secara teknis, sekaligus bisa membantu Italia lepas dari identitas permainan pragmatis yang tradisional.

BACA JUGA :   Forever Young FC, Tim ‘Menolak Tua’, Siap Tampil Solid di JS League 2022

Akan tetapi, Malagò menilai bahwa potensi dampak reputasi dan politik dari penunjukan Pirlo tidak bisa diabaikan. Pirlo tengah menghadapi gelombang kritik akibat ikatan komersialnya dengan Fonbet, sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.

Mantan gelandang timnas Italia itu sempat hadir dalam acara promosi di Rusia, yang memicu penolakan keras dari para politisi dan tokoh publik Italia di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Prabowo Hidupkan Semangat Konferensi Asia Afrika Bandung di KTT BRICS

INTERAKINDO.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img