INTERAKINDO.COM – Langkah super tegas diambil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi menjaga integritas sistem keuangan nasional. Tak tanggung-tanggung, OJK langsung memerintahkan seluruh industri perbankan untuk memblokir puluhan ribu rekening yang terindikasi kuat memfasilitasi aktivitas judi online pada Selasa (14/7).
Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Detik Finance, jumlah akun yang resmi dibekukan mencapai angka fantastis, yakni lebih dari 32 ribu unit rekening.
Penindakan berskala besar ini merupakan hasil dari pemeriksaan mendalam serta tindak lanjut atas Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) yang diserahkan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memaparkan bahwa pembersihan massal ini didasarkan pada penelusuran rekam jejak transaksi keuangan yang sangat ketat. Tindakan tanpa kompromi ini dieksekusi setelah melalui prosedur klasifikasi yang rigid.
Bukan tanpa alasan, OJK bergerak cepat karena melihat lonjakan angka yang sangat mengerikan. Dian menjelaskan bahwa laporan LTKM dengan indikasi Tindak Pidana Asal (TPA) perjudian sepanjang tahun 2025 melonjak drastis hingga 260,03 persen. Kontribusi indikasi perjudian tersebut melesat dari yang awalnya hanya 18,37 persen, meroket menjadi 48,83 persen pada akhir tahun 2025.
Tren negatif ini ternyata belum mereda di tahun baru.
“Selanjutnya, peningkatan indikasi TPA perjudian yang terjadi dalam tahun 2025 nampaknya masih terus berlanjut, di mana sampai dengan triwulan 1 2026, indikasi TPA perjudian merupakan 35,28% dari total laporan transaksi keuangan mencurigakan,” ungkap Dian Ediana Rae secara blak-blakan.
Efek jera tidak berhenti sampai di pemblokiran saja. Pihak perbankan kini juga mengambil langkah radikal dengan menolak menjalin hubungan usaha dengan 2,8 juta calon nasabah baru yang terendus berkaitan dengan judi online. Selain itu, otoritas mencatat ada sekitar 51,2 ribu nasabah lama yang langsung diputus hubungan usahanya karena teridentifikasi melakukan transaksi haram serupa.
Dian menegaskan bahwa gurita judi online ini sudah berada di tahap yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam berbagai lini kehidupan masyarakat.
“Data statistik sebagai hasil dari pelaporan yang disampaikan oleh Bapak-Ibu di sektor perbankan kepada PPATK berpotensi menunjukkan kondisi adanya ancaman terhadap stabilitas sosial, ketahanan keluarga, produktivitas nasional, dan integritas sistem keuangan,” pungkas Dian, dilansir ANH.***



