Rabu, Agustus 26, 2026

Lestarikan Budaya, Batik Boek Khaman Kini Jadi Penopang Ekonomi Warga Lubuk Raman

Must Read

MUARA ENIM, INTERAKINDO – Batik Boek Khaman, produk unggulan asal Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui pendampingan Pertamina EP (PEP) Limau Field, batik khas daerah tersebut kini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperluas pasar hingga platform digital.

Rumah Kreatif Boek Khaman yang menjadi pusat produksi batik binaan PEP Limau Field kini berkembang sebagai sentra pemberdayaan masyarakat. Selain menghasilkan batik dengan motif khas daerah, kelompok ini juga membekali warga dengan berbagai keterampilan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Ketua Kelompok Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari, S.P., mengatakan inovasi terus dilakukan agar produk tetap mampu bersaing di tengah perubahan tren pasar tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada Batik Boek Khaman.

BACA JUGA :   Budidaya Lele Jadi Motor Penggerak Ekonomi Warga Desa Suka Maju Berkat Medco E&P

“Selera konsumen selalu berubah. Karena itu kami menghadirkan desain yang lebih variatif sesuai kebutuhan pasar, namun tetap mempertahankan ciri khas Batik Boek Khaman,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Selain pelatihan membatik, program pembinaan PEP Limau Field juga mencakup pengembangan anyaman bambu, pembuatan pewarna alami dari tumbuhan, hingga pengembangan produk kuliner berbasis kelompok usaha masyarakat. Para pelaku UMKM turut mendapatkan pelatihan pemasaran sehingga produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Saat ini, Batik Boek Khaman telah dipasarkan melalui berbagai platform digital seperti Shopee, Instagram, dan Facebook. Produk tersebut juga rutin mengikuti pameran UMKM di tingkat regional maupun nasional.

BACA JUGA :   Hari Mangrove Sedunia, Pertamina EP Pangkalan Susu Perkuat Ekosistem Pesisir Langkat

Etika mengungkapkan, meski omzet masih berfluktuasi, tren penjualan terus mengalami peningkatan. Bahkan, Batik Boek Khaman mulai dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Manajer Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, mengatakan keberhasilan Rumah Kreatif Boek Khaman merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap kelompok ini semakin mandiri. Dengan peningkatan kualitas produk dan perluasan pemasaran, Batik Boek Khaman memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional,” katanya.

BACA JUGA :   Keren! Empat Teknologi AI PHR Borong Gelar di Ajang Nasional SKK Migas

Pemerintah Desa Lubuk Raman juga terus mendukung promosi produk UMKM melalui berbagai pameran dan kegiatan promosi. Kepala Desa Henkri Triansa, A.Md., menyebutkan upaya tersebut mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para perajin.

“Saat ini rata-rata perajin Batik Boek Khaman memperoleh penghasilan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Batik Boek Khaman menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat mampu mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Terence Crawford Beri Hadiah Spesial untuk Zelenskyy saat Melawat ke Ukraina

INTERAKINDO.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sangat berterima kasih atas dukungan Terence Crawford dalam sebuah pertemuan yang disiarkan The...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img