Minggu, Juli 12, 2026

Lestarikan Budaya, Batik Boek Khaman Kini Jadi Penopang Ekonomi Warga Lubuk Raman

Must Read

MUARA ENIM, INTERAKINDO – Batik Boek Khaman, produk unggulan asal Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui pendampingan Pertamina EP (PEP) Limau Field, batik khas daerah tersebut kini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperluas pasar hingga platform digital.

Rumah Kreatif Boek Khaman yang menjadi pusat produksi batik binaan PEP Limau Field kini berkembang sebagai sentra pemberdayaan masyarakat. Selain menghasilkan batik dengan motif khas daerah, kelompok ini juga membekali warga dengan berbagai keterampilan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Ketua Kelompok Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari, S.P., mengatakan inovasi terus dilakukan agar produk tetap mampu bersaing di tengah perubahan tren pasar tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada Batik Boek Khaman.

BACA JUGA :   Dunia Terpukau! IMF dan Bank Dunia Kompak Puji Strategi Ekonomi Prabowo, Sinyal Hijau Bagi Indonesia

“Selera konsumen selalu berubah. Karena itu kami menghadirkan desain yang lebih variatif sesuai kebutuhan pasar, namun tetap mempertahankan ciri khas Batik Boek Khaman,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Selain pelatihan membatik, program pembinaan PEP Limau Field juga mencakup pengembangan anyaman bambu, pembuatan pewarna alami dari tumbuhan, hingga pengembangan produk kuliner berbasis kelompok usaha masyarakat. Para pelaku UMKM turut mendapatkan pelatihan pemasaran sehingga produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Saat ini, Batik Boek Khaman telah dipasarkan melalui berbagai platform digital seperti Shopee, Instagram, dan Facebook. Produk tersebut juga rutin mengikuti pameran UMKM di tingkat regional maupun nasional.

BACA JUGA :   Gelar RAT ke-3 di Cilandak, KOPAXI 80 Fokus Sertifikasi Resmi dan Sejahterakan Anggota Lewat Terobosan-terobosan Bisnis

Etika mengungkapkan, meski omzet masih berfluktuasi, tren penjualan terus mengalami peningkatan. Bahkan, Batik Boek Khaman mulai dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Manajer Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, mengatakan keberhasilan Rumah Kreatif Boek Khaman merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami berharap kelompok ini semakin mandiri. Dengan peningkatan kualitas produk dan perluasan pemasaran, Batik Boek Khaman memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional,” katanya.

BACA JUGA :   Menuju Kota Lebih Bersih, PDU Prabumulih Gelar Penguatan Kapasitas Pengelolaan Sampah Anorganik

Pemerintah Desa Lubuk Raman juga terus mendukung promosi produk UMKM melalui berbagai pameran dan kegiatan promosi. Kepala Desa Henkri Triansa, A.Md., menyebutkan upaya tersebut mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para perajin.

“Saat ini rata-rata perajin Batik Boek Khaman memperoleh penghasilan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Batik Boek Khaman menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat mampu mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Drama Extra Time! Gol Bellingham Bantu Inggris Singkirkan Norwegia

INTERAKINDO.COM - Penantian panjang Inggris untuk juara Piala Dunia kembali menyala. Three Lions memastikan tempat di semifinal Piala Dunia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img