PEKANBARU, INTERAKINDO – Komisi VI DPR RI menegaskan dukungannya terhadap berbagai langkah strategis yang dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dukungan tersebut disampaikan saat Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau langsung fasilitas operasi PHR di Lapangan Minas, Riau, Kamis, (18/6/2026).
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade itu difokuskan pada pengawasan upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, khususnya melalui penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang saat ini menjadi salah satu andalan PHR dalam mengoptimalkan lapangan-lapangan migas yang telah lama berproduksi.
Rombongan DPR RI disambut oleh Senior Director Specialist O&G PT Danantara Asset Management Wiko Migantoro, Direktur Perencanaan Strategis Badan Pengelola BUMN Abdi Mustakim, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Eri Sulistyo Sutikno, serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi VI melihat secara langsung fasilitas injeksi Alkali Surfactant Polymer (ASP), teknologi utama dalam penerapan CEOR yang berfungsi meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang telah memasuki fase matang. Teknologi ini memungkinkan minyak yang masih tersisa di dalam lapisan batuan dapat diproduksikan secara lebih optimal dibandingkan metode konvensional.
Andre Rosiade menyebut berbagai inovasi yang dilakukan PHR telah menunjukkan hasil positif dalam mendukung target produksi migas nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan aset strategis negara oleh BUMN energi terus bergerak ke arah yang lebih baik.
“Berbagai inovasi teknologi, termasuk implementasi CEOR, telah berhasil meningkatkan produksi di Lapangan Minas ini. Berkat kerja keras seluruh pekerja PHR serta penerapan inovasi tersebut, kami optimistis target nasional dapat tercapai. PHR sudah sangat baik dan perlu terus didukung demi mewujudkan swasembada energi nasional,” ujar Andre.
Lapangan Minas sendiri hingga saat ini masih menjadi salah satu kontributor utama produksi minyak nasional dengan capaian sekitar 28 ribu barel minyak per hari. Sementara itu, Wilayah Kerja (WK) Rokan secara keseluruhan menyumbang sekitar 30 persen produksi minyak mentah Indonesia, menjadikannya salah satu tulang punggung sektor energi nasional.
Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan bahwa penerapan CEOR merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memaksimalkan potensi lapangan-lapangan tua yang masih memiliki cadangan minyak signifikan.
“Penerapan CEOR di Lapangan Minas merupakan manifestasi dari komitmen kami untuk terus meningkatkan produksi. Teknologi ini mampu menjangkau sisa minyak yang tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara konvensional. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI,” kata Arifin.
Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR RI dan BUMN energi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan energi nasional. Selain meningkatkan produksi, PHR juga terus berupaya memperkuat kapasitas rantai pasok nasional dan menjaga standar keselamatan kerja pada seluruh lini operasi.
Melalui pendekatan “Back to Geology” yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi lanjutan, PHR optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas lapangan migas yang dikelolanya. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada energi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Lapangan Minas dan WK Rokan diharapkan tetap menjadi pilar utama produksi minyak nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia di masa mendatang. (ril)



