INTERAKINDO.COM – Oleksandr Usyk berhasil mempertahankan sabuk juara dunia kelas beratnya dengan sangat bersusah payah. Penguasa tinju dunia itu meraih kemenangan TKO yang memicu kontroversi di ronde-ronde akhir saat menghadapi legenda kickboxing, Rico Verhoeven.
Bertarung di hadapan kemegahan Piramida Giza dalam laga perebutan takhta juara WBC, Sabtu (23/5), Verhoeven—yang baru melakoni duel tinju profesional keduanya—justru mampu mendominasi sebagian besar jalannya pertempuran. Raksasa asal Belanda tersebut bahkan tampaknya unggul dalam perolehan skor juri menjelang ronde penentuan.
Namun, petaka datang saat uppercut maut Usyk berhasil menjatuhkan Verhoeven di detik-detik akhir ronde 11. Meskipun Verhoeven mampu bangkit sebelum hitungan wasit selesai, wasit Mark Lycett secara mengejutkan langsung menghentikan pertandingan saat laga menyisakan tepat satu detik saja, menyusul rentetan pukulan kombinasi yang dilepaskan Usyk.
Kronologi Pertarungan: Sang Underdog Mengamuk Sejak Awal
Verhoeven langsung membuat publik bergemuruh di 30 detik pertama setelah pukulan kanan kerasnya mendarat telak sebagai serangan pembuka. Usyk, yang mencoba perlahan masuk ke ritme permainan, harus rela kehilangan ronde pertama setelah kembali menerima hantaman kanan ke arah badan. Pada ronde kedua, Verhoeven mencoba memaksimalkan keunggulan postur tubuhnya, namun Usyk mulai bisa membalas lewat serangan uppercut.
Di ronde 3, Verhoeven kembali melepaskan pukulan kanan telak sebelum mengincar bagian tubuh Usyk. Panas, Usyk akhirnya “terbangun” dan membalas dengan pukulan kanan keras, meski Verhoeven tetap menutup ronde ini dengan keunggulan backhand.
Pada ronde 4 dan 5, Usyk mendadak tampil beringas di ronde keempat saat kombinasi serangannya sempat menggoyang Verhoeven. Namun, sang underdog pulih dengan cepat dan membalas lewat tangan kanan andalannya. Di ronde kelima, Usyk meredam agresivitas Verhoeven dengan hantaman kiri yang telak.
Ronde 7 dan 8, Memasuki paruh kedua, Verhoeven masih sangat dominan. Ia mendaratkan pukulan kanan melingkar di awal ronde ketujuh. Usyk merespons dengan hook kiri, namun ia dipaksa terus mundur oleh Verhoeven yang menolak layu dan melepaskan pukulan kanan tepat saat bel berbunyi. Pukulan serupa kembali menghantam juara bertahan di ronde kedelapan, namun Usyk masih mampu bertahan.
Memasuki ronde 9, Verhoeven mengalihkan serangan ke arah badan Usyk dengan kombinasi hook kiri dan kanan. Sang penantang terus merangsek maju, mengurung, dan membuat petinju tak terkalahkan itu kewalahan. Meski begitu, gempuran kilat Usyk di akhir ronde menjadi sinyal bahaya yang nyata.
Usyk membawa momentum berbahaya tersebut ke ronde ke-11 dengan melepaskan rentetan kombinasi pukulan yang cepat. Di momen krusial inilah sang penantang akhirnya terjatuh ke kanvas. Sesi ini pun berakhir dengan keputusan yang sangat kontroversial dari wasit Mark Lycett, yang menghentikan laga secara prematur di detik terakhir dan menyelamatkan rekor tak terkalahkan Usyk.
Sebelumnya, Hamzah Sheeraz sukses merobohkan Alem Bagic lewat kemenangan KO) di ronde ketiga untuk merebut sabuk juara dunia kelas menengah super WBO yang sedang lowong. Duel ini menjadi partai pendukung utama terakhir sebelum laga puncak dimulai.
Sabuk juara tersebut sebelumnya dilepas oleh sang juara dunia tak terbantahkan, Terence Crawford, yang memilih pensiun setelah berhasil melengserkan Saul ‘Canelo’ Alvarez tahun lalu.
Petaka bagi Bagic terjadi di ronde ketiga saat sebuah pukulan hook telak dari Sheeraz berhasil melukainya. Tak menyia-nyiakan momentum, Sheeraz langsung menghujani lawannya dengan rentetan pukulan berat bertubi-tubi.
Satu hantaman keras pamungkas yang bersarang telak ke arah badan seketika membuat Bagic tersungkur tak berdaya dan gagal bangkit hingga hitungan wasit selesai.
Pasca-kemenangan ini, rumor besar langsung berembus bahwa pada 2027, Sheeraz (23-0-1) masuk dalam daftar utama untuk menantang legenda tinju dunia, Canelo.. Duel akbar itu berpeluang terwujud dengan catatan Canelo mampu mengatasi perlawanan Christian Mbilli pada 12 September.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat rekor petinju asal Jerman, Alem Begic, ternoda menjadi 29-1-1. Di usianya yang kini menginjak 39 tahun, Begic tampaknya akan kesulitan untuk bisa kembali bersaing di level perebutan juara dunia.
Hasil Pertandingan Tambahan
Jack Catterall Bungkam Shakhram Giyasov, Bidik Rolly Romero – Petinju Inggris, Jack Catterall, sukses mengamankan sebagian gelar juara dunia kelas welter WBA setelah menang angka mutlak atas Shakhram Giyasov. Catterall langsung menjatuhkan lawannya asal Uzbekistan tersebut di ronde pertama lewat pukulan kiri yang tajam, serta mendominasi dua ronde berikutnya.
Meski Giyasov sempat memberikan perlawanan di ronde keempat dan kelima, Catterall kembali mengambil alih kendali dan mendominasi sisa laga hingga ketiga juri memberikan kemenangan mutlak untuknya. Pasca-laga, Catterall kini berpeluang besar menghadapi juara dunia “Super” WBA, Rolly Romero.
Frank Sanchez Pukul KO Bintang Muda AS, Richard Torrez Jr – Kejutan besar juga terjadi di kelas berat saat bintang muda Amerika Serikat yang sedang naik daun, Richard Torrez Jr, harus rela rekor bersihnya hancur. Torrez Jr dipukul KO secara tragis oleh Frank Sanchez di ronde kedua. Kemenangan stoppage yang memukau ini sekaligus mengantarkan petinju asal Kuba tersebut resmi mengamankan tiket menuju laga perebutan gelar juara dunia.



