Jumat, Oktober 16, 2026

Waspada Kredit Macet, Di Balik Ledakan Utang Pinjol Rp101 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan

Must Read

INTERAKINDO.COM – Fenomena pinjaman daring (pinjol) di Indonesia semakin tak terbendung. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data terbaru yang menunjukkan angka outstanding pembiayaan industri fintech lending atau pinjol per Maret 2026 telah menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp101,03 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa angka ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar 26,25% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Outstanding pembiayaan pada industri pinjaman daring pada Maret 2026 tumbuh 26,25% yoy dengan nominal sebesar Rp101,03 triliun,” tegas Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (5/5).

BACA JUGA :   Hari Mangrove Sedunia, Pertamina EP Pangkalan Susu Perkuat Ekosistem Pesisir Langkat

Risiko Kredit Macet dan Sektor Pembiayaan Lainnya

Meskipun penyaluran dana meroket, OJK juga mencatat tingkat risiko kredit macet atau TWP90 berada di posisi 4,52%. Sementara itu, di sektor perusahaan pembiayaan (finance), total utang pembiayaan tercatat mencapai Rp514,09 triliun, tumbuh tipis 0,61% yoy, yang didorong oleh peningkatan pembiayaan multiguna.

Menariknya, kondisi kesehatan keuangan perusahaan pembiayaan terpantau masih stabil dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,83% dan gearing ratio di angka 2,17 kali—masih jauh di bawah batas maksimal 10 kali yang ditetapkan regulator.

BACA JUGA :   Badai Suku Bunga 'Higher for Longer' Mengancam Negara Berkembang, OJK Klaim Indonesia Tetap Tangguh

Tren Gadai Ikut Meledak

Selain pinjol, masyarakat tampaknya semakin gemar mendatangi pergadaian. OJK mencatat penyaluran pembiayaan pergadaian pada Maret 2026 melesat tajam hingga 60,27% yoy dengan total nilai mencapai Rp153,49 triliun.

“Pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp127,99 triliun atau setara 83,33% dari total pembiayaan industri yang disalurkan,” tegas Agusman.

BACA JUGA :   Polda Sumsel Kawal Transformasi Sumur Minyak Rakyat, Dari Illegal Drilling Menuju Legal Drilling demi Ketahanan Energi Nasional

Sebaliknya, sektor modal ventura justru menunjukkan tren negatif dengan mengalami kontraksi sebesar 0,95% yoy, dengan nilai pembiayaan yang tertahan di angka Rp16,57 triliun.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Herman Deru dan Menko Polkam Dudung Santuni Anak Yatim di Palembang

PALEMBANG, INTERAKINDO – Di tengah kesibukan menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img