Kamis, Oktober 8, 2026

Pembangunan Jalur Elit Piala Dunia 2026 Disebut Jadi Biang Keladi ‘Penyiksaan’ bagi Pekerja Seks Komersial di Meksiko

Must Read

INTERAKINDO.COM – Deru mesin berat dan debu konstruksi kini menyelimuti Calzada de Tlalpan, jalur utama yang menghubungkan pusat sejarah Mexico City menuju Estadio Banorte (Stadion Azteca).

Namun, di balik ambisi pemerintah mempercantik kota demi Piala Dunia 2026, sebuah kelompok masyarakat justru merasa sedang ‘dimusnahkan’ secara perlahan: para pekerja seks komersial (PSK).

Pembangunan jalur sepeda dan jembatan penyeberangan layang yang ditujukan untuk menyambut jutaan turis FIFA dianggap telah mematikan mata pencaharian mereka. Karolina Longtaim, Presiden Trans Sweet Collective, menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak mendengarkan suara mereka.

BACA JUGA :   Keren! Marching Band SMAN 2 Prabumulih Bawa Pulang Tiga Trofi dari Ajang PDBI

“Jembatan layang ini proyek kejutan untuk Piala Dunia, tapi tidak ada sensus untuk bertanya apakah kami setuju. Ini proyek yang didanai pajak rakyat, tapi justru menghancurkan finansial pekerja mandiri seperti kami,” tegas Longtaim.

Akses Tertutup, Tarif Hotel Melejit

Konstruksi yang tak kunjung usai membuat kemacetan menjadi horor harian. Hal ini membuat klien sulit berhenti atau sekadar melihat keberadaan mereka di pinggir jalan.

Tak hanya itu, menjelang arus turis massal, hotel-hotel di area tersebut dilaporkan telah menaikkan tarif hingga lebih dari 150%. Kondisi ini membuat para pekerja yang tinggal di hotel atau apartemen kecil terancam terusir karena biaya yang tak lagi terjangkau.

BACA JUGA :   Film ‘Doa yang Tersirat’ Rebut Gelar Runner-Up Kompetisi Film Pendek Islam 2022

Gangguan Psikologis dan Keamanan

Chiquis Rivera, salah satu pekerja seks yang sudah bertahun-tahun di area tersebut, mengungkapkan tekanan mental yang mereka alami.

“Suaranya konstan 24 jam, polusi, debu, dan kotoran di mana-mana. Belum lagi puluhan pekerja konstruksi yang terus memelototi kami saat bekerja. Bagaimana klien mau datang jika suasananya penuh ketidakpercayaan seperti ini?” ujarnya pedih.

Aksi Protes Besar-besaran

Sebagai bentuk perlawanan, para pekerja seks ini telah melakukan beberapa kali aksi penutupan jalan Calzada de Tlalpan.

BACA JUGA :   Ini Loh Manfaat Buah Salak, So Jangan Anggap Remeh

Mereka juga telah mengajukan pengaduan resmi ke Komisi Hak Asasi Manusia Mexico City. Rencananya, sebuah aksi long march besar akan kembali digelar pada 31 Maret besok untuk menuntut perhatian pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Mexico City belum memberikan tanggapan resmi.

Meski pemerintah menjanjikan proyek selesai pada Mei mendatang, para pekerja di Calzada de Tlalpan merasa proyek yang terburu-buru ini justru berisiko tinggi dan hanya menguntungkan kelas elit, sementara mereka dibiarkan menderita di balik bayang-bayang kemegahan Piala Dunia.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

38 Klub Siap Bentrok di League Cup 2026/27, Big Match Persija vs PSMS Langsung Tersaji – Ini Drawing Selengkapnya

INTERAKINDO.COM — Pengundian resmi ajang League Cup 2026/27 telah usai dilaksanakan di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (7/10). Turnamen bergengsi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img