Kamis, Juli 16, 2026

Ini Cara Atasi Microsleep dan Highway Hypnosis Saat Mudik, Waspadai untuk Hindari Kecelakaan Fatal

Must Read

JAKARTA, interakindo.com – Mudik saat Idul Fitri merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang takkan pernah lekang oleh waktu. Menjelang Lebaran atau Idul Fitri, jutaan masyarakat Indonesia pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama Orangtua dan keluarga dekat.

Namun, banyak juga pemudik yang tak pernah sampai ke tujuan karena mengalami kecelakaan fatal di jalan raya.

Banyak hal jadi penyebab kecelakaan. Selain kondisi kendaraan, kelalaian orang lain, atau juga kelalaian diri sendiri. Sebagian kecelakaan juga terjadi karena microsleep dan highway hypnosis.

APA ITU MICROSLEEP DAN HIGHWAY HYPNOSIS?

Mengutip laman um-surabaya.ac.id, highway hypnosis merupakan fenomena dimana otak seseorang terhipnotis akibat keadaan yang terlalu monoton sehingga mengalami setengah sadar.

BACA JUGA :   Puasa Bukan Berarti Berhenti Berolahraga Lho

Microsleep adalah episode hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang yang berlangsung sekitar sepersekian detik.

Dede Nasrullah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya menyebut microsleep biasanya muncul ketika seseorang merasa mengantuk sehingga tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Sementara gejala highway hypnosis berupa mengantuk, kehilangan konsetrasi atau kekaburan mental, pikiran linglung, waktu terasa lambat, kelopak mata berat atau sering berkedip.

“Ada beberapa cara untuk menangani Highway Hypnosis dan Microsleep dalam berkendaraan terutama dalam acara mudik 2023 ini.

BACA JUGA :   Bertugas Selama Musim Haji, Tidak Berarti Bisa Ikut Melaksanakan Ibadah Haji

BERKOMUNIKASI

“Penting menjaga komunikasi. Pengemudi cukup melakukan komunikasi sederhana dengan penumpung untuk menghindari rasa bosan,”kata Dede Senin.

ISTIRAHAT SEJENAK

Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di jalanan dengan kondisi yang monoton, akan semakin membuat fisik dan otak lelah sehingga disarankan untuk istirahat jika sudah menyetir terlalu lama.

KONSUMSI KAFEIN

Disarankan mengonsumsi kafein jika mengantuk saat mengemudi. Kafein dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, tetapi mungkin tidak cukup untuk membuat tubuh segar sepenuhnya. Selain kafein, pengemudi bisa memakan makanan ringan atau dengan menguyah permen untuk menghilangkan kebosanan.

BACA JUGA :   Kopi Papua Makin Tenar, Distribusi Harus Ditata Secara Benar

JANGAN MAKAN TERLALU KENYANG

Sebelum berkendara, pengemudi disarankan tidak makan terlalu kenyang. Usahakan jangan makan terlalu banyak ketika hendak mengemudi, makan terlalu banyak dapat menyebabkan ngantuk.

MEMANDANG KELUAR MOBIL

Sesekali lepaskan pandangan keluar mobil dengan tetap menjaga kewaspadaan, lepaskanlah pandangan keluar mobil dan cari sesuatu yang menarik perhatian supaya tidak cepat bosan dan tetap usahan untuk fokus.

HINDARI ALKOHOL

Hindari alkohol, obat-obatan, atau zat-zat lain yang dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi.

TIDUR YANG CUKUP

Sebelum memulai berkendara, pengemudi wajib tidur 7-9 jam agar bisa menjalani aktivitas dengan pikiran dan badan segar.

 

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

SMAN Ketapat Bening Resmi Berdiri, Herman Deru: Jadikan Ikon Pendidikan Muratara

MURATARA, INTERAKINDO – Semangat pemerataan pendidikan di Sumatera Selatan kembali diwujudkan. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, meresmikan Gedung...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img