Selasa, April 21, 2026

Kadin: Problem Kemiskinan Tak Cuma Tanggung Jawab Pemerintah

Must Read

JAKARTA, INTERAKINDO.COM — Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi dan Kerakyatan Kadin Indonesia, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kapasitas APBN yang mencapai Rp 2.750 triliun semakin terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan.

Karena itu diperlukan  peran serta masyarakat, swasta, dan dunia usaha untuk mengatasi  kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

“Dalam isu kemiskinan dan ketimpangan, pemerintah dianggap paling bertanggung jawab bisa mengurangi serta menghapus kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Namun ternyata kapasitas pemerintah terbatas, besaran APBN sudah di atas Rp 2.000 triliun, tapi kebutuhannya meningkat terus,” kata Bambang pada Forum Dialog HUT 83 Sinar Mas: Economic Outlook 2022 di Jakarta, Rabu (6/10).

BACA JUGA :   Kemenkes Siapkan Aplikasi TeleJemaah, Permudah Pantau Kondisi Jemaah Haji Risiko Tinggi

Bambang menjelaskan, kerja sama dengan swasta dan dunia usaha perlu terus didorong yang sifatnya menjurus pada isu pembangunan. Hal itu bisa mempercepat realisasi visi Indonesia menjadi Negara maju pada 2045.

“Ketika berbicara mengenai kemiskinan, yang menjadi prioritas pemerintah adalah mengurangi jumlah orang di bawah garis kemiskinan,” tandasnya.

Menurut Bambang, Indonesia pernah mencapai rekor terbaik dengan tingkat kemiskinan terendah pada 2019, mencapai 9,22%. Akan tetapi, setelah era Covid-19, tingkat kemiskinan kembali naik ke level 10,14%.

BACA JUGA :   Lebih dari 74 Persen Konsumen Indonesia Pilih Belanja Online, Mengapa?

“Tampaknya perlu upaya lebih, tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga butuh peran dunia usaha,” tegasnya.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Meski Sudah Minta Maaf, Aksi Konten Kreator Amuku Sobek Uang Rupiah Tetap Tuai Kecaman Pedas

INTERAKINDO.COM – Seorang konten kreator asal Timor Leste berinisial Amuku, yang saat ini berdomisili di Jakarta, mendadak jadi sasaran kemarahan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img