INTERAKINDO.COM — Mantan juara dunia sejati kelas berat, Andy Ruiz Jr, menunjukkan transformasi bentuk tubuh yang luar biasa saat ia bersiap kembali ke atas ring pada Jumat (4/9) malam.
Petinju berjuluk The Destroyer tersebut dijadwalkan berhadapan dengan petinju Polandia, Damian Knyba, di Prudential Center, Newark. Ini menjadi pertarungan pertamanya setelah absen selama lebih dari dua tahun.
Pada laga terakhirnya di Agustus 2024, Ruiz Jr ditahan draw kontroversial saat melawan Jarrell Miller—pertarungan yang dinilai banyak pihak seharusya justru dimenangkan Miller.
Dalam duel tersebut, Ruiz Jr mengalami patah tulang tangan hingga memaksanya menepi dalam waktu yang cukup lama. Masa jeda itu membuat berat badan serta kesehatan mentalnya memburuk tak terkendali.
Pada titik terendah dalam hidupnya, Ruiz Jr mengaku berat badannya sempat melonjak hingga menyentuh angka 300 pon (sekitar 136 kg).
Namun, setelah berkomitmen menjalankan metode puasa intermiten dan bersatu kembali dengan pelatih lamanya, Manny Robles, pada akhir tahun lalu, Ruiz Jr berhasil memangkas berat badannya hingga 43 pon (sekitar 19,5 kg) menjelang malam pertarungan.
Rahasia Penurunan Berat Badan Andy Ruiz Jr
“Situasinya benar-benar gelap. Sangat gelap,” ungkap Ruiz secara jujur saat diwawancarai Ariel Helwani pada Senin malam.
“Setiap orang pasti mengalami fase naik turun dalam hidup. Semua orang punya masa kejayaan dan terpuruk, terutama ketika masalah tersebut mulai menyerang mental.”
“Terutama saat Anda merasa diri Anda tidak cukup baik, merasa tidak akan bisa menjadi seperti dulu lagi, hingga merasa tidak ingin melakukan ini semua lagi. Ada banyak hal yang terjadi saat itu.”
“Berat badan saya mungkin sempat menyentuh 300 pon (136 kg), dan sekarang saya ada di angka 257 pon (116,5 kg). Saya menyukai kondisi saya saat ini; memang belum mencapai bentuk ideal yang saya inginkan, tapi ini adalah perkembangan yang sangat besar.”
“Saya ingin tubuh yang lebih berotot. Saya ingin terlihat seperti Anthony Joshua dan punya perut eight-pack, tapi mungkin itu bukan tipe tubuh saya.”
“Kedisiplinan saya jauh lebih baik sekarang. Saya suka berpuasa, dan metode itulah yang membantu saya menjaga keseimbangan. Saya tidak makan sarapan. Ada kalanya saya berlatih dalam keadaan berpuasa,” jelasnya.
Masalah komitmen dan kendala berat badan memang konsisten menjadi ganjalan dalam karier Ruiz Jr.
Setelah mencetak kejutan besar dengan menumbangkan Anthony Joshua pada Juni 2019, Ruiz Jr justru naik ring dengan bobot 15 pon lebih berat pada laga tanding ulang enam bulan kemudian, yang berujung pada kekalahan angka. Ia mengakui lonjakan berat badan saat itu dipicu karena terlalu banyak berpesta usai meraih kemenangan.
Jika Ruiz Jr berhasil mengunci bobot 257 pon pada sesi penimbangan resmi, Kamis (3/9), angka tersebut akan menjadi bobot terringannya sejak duel melawan Chris Arreola pada Mei 2021 lalu.***



