Selasa, September 1, 2026

Cerita Citra Pitriyami saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk, Pegangan Plat hingga Diselamatkan Camat Cijulang

Must Read

INTERAKINDO.COM — Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, membeberkan kesaksian mencekam terkait detik-detik ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Insiden tersebut terjadi saat acara peresmian jembatan pada Minggu (30/8).

Citra bersama rombongan yang tengah melintasi jembatan sempat terperosok dan terpental ketika konstruksi bangunan mendadak miring dan ambrol.

“Kejadiannya hari Minggu sekitar jam 16.15 atau 16.30 WIB. Saya diundang oleh Dandim untuk meresmikan Jembatan Pongpet, jadi saya hadir sebagai undangan,” ujar Citra saat ditemui awak media di Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa (1/9).

BACA JUGA :   Ini 10 Poin Terkait Ibadah Haji Indonesia 2022

Sudah Merasa Tidak Stabil dan Minta Rombongan Mundur

Citra menceritakan, prosesi diawali dengan pemotongan pita bersama Dandim 0625/Pangandaran sebelum akhirnya rombongan mulai menyeberang. Namun, saat menginjak area tengah, ia mulai merasakan guncangan hebat dan ketidakstabilan pada struktur jembatan.

“Pas jalan dan berada di agak tengah, jembatan sudah mulai goyang. Saya merasa itu sudah tidak stabil, lalu nengok ke belakang memberi instruksi agar rombongan mundur,” ungkapnya.

Belum sempat rombongan berputar arah, petaka terjadi. Tali sling penyangga jembatan putus seketika. “Saya posisinya di sebelah kiri, sementara sling yang patah di sebelah kanan. Pas kejadian patah itu rasanya blank, yang saya tahu langsung ‘brukk’ begitu saja,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Tata Kelola Keuangan Terjaga, ATR/BPN Sabet WTP ke-14 Berturut-turut

Berpegangan pada Plat dan Diselamatkan Camat

Kondisi jembatan yang ambruk dan miring membuat Citra beserta rombongan terlempar. Di tengah kepanikan, ia berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan erat pada material jembatan.

“Posisi saya sudah setengah tengkurap dan memegang plat yang ada di tengah pijakan. Saya masih di bagian kayu, setelah itu saya ditarik oleh Pak Camat Cijulang dan berjalan di pinggir sampai ke seberang,” jelas Citra.

BACA JUGA :   Setelah Pandemi, Kebun Raya Bogor Gelar Shalat Idul Ftri 144H, Sabtu (22/4), Perhatikan Tempat Parkir dan Pintu Masuknya

Dorong Pembangunan Jembatan Permanen

Pengalaman mengerikan yang dialaminya secara langsung menjadi bahan evaluasi besar bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Citra menegaskan pentingnya menghentikan pembangunan jembatan gantung dan beralih ke konstruksi permanen demi keselamatan warga.

“Saya merasakan sendiri seperti apa risikonya. Untung saya yang mengalami, bukan masyarakat yang menjadi korban,” tegasnya.

Ke depan, Citra berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan permanen agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Luas Karhutla Sumsel Capai 46 Hektare, OKI Masih Sisakan 21 Hektare

OKI, INTERAKINDO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Gubernur Sumsel...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img