Jumat, Agustus 28, 2026

Momen Guide dan Relawan Bertahan di Ranu Kumbolo saat Asap Karhutla Mulai Turun: Banyak Barang di Shelter yang Harus Dijaga

Must Read

INTERAKINDO.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas dan mulai mengepung kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jawa Timur. Berdasarkan pantauan terkini pada Jumat (28/8/2026), kabut asap tebal berwarna kekuningan tampak sudah membumbung tinggi dan menyelimuti perbukitan di sekitar danau ikonik tersebut.

Kondisi genting ini dibagikan oleh seorang pemandu pendakian (guide) Semeru melalui akun Instagram @ari_kouteng. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan situasi Ranu Kumbolo yang mulai tertutup asap tebal sembari menantikan proses evakuasi lanjutan.

“Tanggal 28 Agustus 2026, kami terjebak di Ranu Kumbolo dalam kondisi kebakaran, menunggu jemputan helikopter. Cahaya sudah mulai kuning, asap sudah mulai menyelimuti Ranu Kumbolo,” ungkapnya dalam video tersebut.

BACA JUGA :   Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer

Sebelumnya, titik api pertama kali terdeteksi di kawasan Blok Ranu Kembang. Namun, kobaran si jago merah bergerak cepat merembet hingga mendekati Blok Pangonan Cilik dan Watu Pecah.

Perjuangan Relawan Buat Sekat Bakar

Di tengah kepungan asap, sejumlah guide dan relawan memilih bertahan di Ranu Kumbolo. Selain mengawasi pergerakan api agar tidak merusak fasilitas dan barang-barang di shelter penampungan, mereka bekerja keras memutus jalur karhutla.

BACA JUGA :   Batik Elemwe Gelar Peringatan Hari Ibu di HUT-nya yang Ke-6

“Itu yang di dalam asap teman-teman semua, mereka sedang membuat sekat bakar soalnya api dari atas sudah kelihatan besar. Jadi, mereka sedang berusaha agar apinya tidak turun ke Ranu Kumbolo,” jelasnya dalam unggahan Instagram Story.

Pembuatan sekat bakar darurat ini menjadi krusial untuk mencegah lidah api merembet turun dan membumiharuskan area perkemahan Ranu Kumbolo.

Evakuasi Pendaki dan Penutupan Total

BACA JUGA :   Hengky Kurniawan Colek Menhub Soal Terminal Gedong Lima

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), BPBD Kabupaten Lumajang, TNI-Polri, porter, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak cepat memandu evakuasi.

Sebanyak 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo sejak Rabu (26/8/2026) telah dipandu turun dengan selamat pada Kamis (27/8/2026) pagi. Seiring meningkatnya potensi bahaya, otoritas terkait resmi menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Semeru sejak Rabu lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia vs Iran di Delapan Besar AVC: Luciana Taroreh Desak Pemain Tampil Berani

INTERAKINDO.COM — Manajer tim nasional voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, menegaskan bahwa konsistensi permainan sejak awal laga menjadi faktor...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img