INTERAKINDO.COM – Dunia tinju kelas berat Amerika Serikat saat ini berada dalam periode terpuruk. Juara terakhir mereka, Deontay Wilder, kini memasuki pengujung kariernya, sementara belum ada prospek muda yang mampu memberikan harapan lahirnya juara dunia baru bagi para penggemar.
Sebenarnya, sempat muncul nama Jarred Anderson, 26. Namun, sinarnya langsung pudar begitu keangkuhannya diruntuhkan Martin Bakole, 33. Nama lain adalah Richard Torrez Jr. Sayangnya, peraih perak Olimpiade 2020 ini terakhir juga dihentikan Frank Sanchez yang saat itu berusia 33 dan Torrez Jr berusia 27.
Karena itu, tak aneh jika Jarrell Miller, punya peluang besar untuk mengisi kekosongan petinju kelas berat AS yang bisa jadi juara dunia. Kesempatan itu bahkan mungkin datang lebih cepat dari yang dikira.
Melalui kerja sama dengan Dojo Talent, KO On SI berkesempatan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Miller untuk menggali lebih dalam mengenai ambisinya di kelas berat.
Miller memiliki perjalanan karier yang penuh warna dengan menghadapi beberapa petinju kelas berat terbaik dunia, termasuk Andy Ruiz dan Daniel Dubois.
Petinju AS ini dikenal hampir bertarung melawan Anthony Joshua pada 2019 sebelum gagal dalam tes obat-obatan dan dijatuhi sanksi larangan bertarung.
Absennya Miller saat itu justru melahirkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kelas berat ketika Andy Ruiz masuk sebagai pengganti mendadak dan menghentikan Joshua lewat kemenangan KO.
Sejak Oleksandr Usyk menanggalkan sabuk-sabuk juaranya pada Juni lalu, peta persaingan kelas berat terus bergejolak dan gelar juara mulai berpindah tangan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.
Miller Berambisi Jadi Juara Kelas Berat AS Berikutnya
Miller, 38 tahun, meyakini dirinya adalah harapan terbesar Amerika saat ini. Ia menduduki peringkat kedua dunia dalam daftar penantang WBA di bawah Moses Itauma. Namun, dengan kepastian Itauma bertarung memperebutkan gelar IBF melawan Filip Hrgovic, Miller merasa dirinya adalah penantang sah bagi sang juara bertahan, Murat Gassiev, juara WBA.
“Saya adalah talenta Amerika terbesar saat ini,” klaim Miller. “Seperti yang saya katakan, kami hanya butuh satu penampilan luar biasa, kami butuh sabuk itu untuk mengamankan posisi tersebut.”
“Berdasarkan peringkat BoxRec, saya nomor satu di AS dan nomor dua di dunia. Saya pikir Itauma secara resmi bertarung untuk gelar IBF, jadi itu menggeser saya ke peringkat pertama di WBA.”
“Amerika sudah beberapa tahun tidak memiliki juara dunia kelas berat. Saya tidak terlalu pasti berapa tahun sejak Deontay kehilangan gelarnya, tetapi sudah saatnya kami memiliki juara kelas berat lagi di sini. Seseorang seperti saya.”
Apakah Gassiev Menghindari Pertarungan Melawan Miller?
Sosok yang diincarnya, Gassiev, dinaikkan statusnya menjadi juara ‘Super’ oleh WBA tak lama setelah Usyk mengosongkan gelar-gelarnya.
Gassiev sempat mempertahankan sabuk tersebut melawan Peter Kadiru lewat kemenangan TKO ronde 6. Kendati demikian, Miller kini langsung berburu kesempatan sebagai penantang wajib karena duel Kadiru sebelumnya bukan duel wajib.
‘Big Baby’ meyakini bahwa Gassiev akan memasang harga terlalu tinggi untuk menghindari pertarungan ini karena tahu kekalahan sudah di depan mata.
Itu kata Miller lho.***



