Jumat, Juli 24, 2026

PTBA Catat Penjualan Batu Bara 21,10 Juta Ton di Semester I 2026, Pasar Domestik Tetap Jadi Prioritas

Must Read

MUARA ENIM, INTERAKINDO – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I 2026. Di tengah kondisi pasar batu bara yang masih kondusif, perusahaan berhasil merealisasikan penjualan batu bara sebesar 21,10 juta ton.

Capaian tersebut ditopang produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton serta pengelolaan persediaan yang optimal. PTBA juga terus menjaga keandalan operasional, memperkuat rantai pasok, dan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batu bara kepada pelanggan.

BACA JUGA :   Bobon Santoso Umumkan Pensiun dan Ingin Jual Akun YouTube 18 Juta Subscriber seharga Rp 20 Miliar

“Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bambang.

Hingga Semester I 2026, penjualan domestik PTBA mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total penjualan. Sementara penjualan ekspor tercatat 10,33 juta ton atau 49 persen, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ekspor didorong oleh permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan, seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Meski ekspor tumbuh, PTBA tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan energi nasional. Sepanjang Semester I 2026, penjualan batu bara kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton.

BACA JUGA :   Keren! Empat Teknologi AI PHR Borong Gelar di Ajang Nasional SKK Migas

Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55 persen dari total produksi, jauh melampaui ketentuan minimal pemerintah sebesar 25 persen.

Dari sisi logistik, hingga Juni 2026 PTBA telah mengangkut 18,15 juta ton batu bara, dengan 17,47 juta ton diangkut menggunakan jalur kereta api. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan infrastruktur logistik perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi.

Selain itu, PTBA juga menerapkan strategi selective mining guna menjaga efektivitas penambangan. Hingga Semester I 2026, perusahaan mencatat stripping ratio sebesar 5,26 kali, masih berada di bawah target tahunan sebesar 5,63 kali.

BACA JUGA :   Goyang Dunia Investasi, Yayasan Titi Moertolo Siap Gandeng Pendana Internasional di Tengah Badai MSCI

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, PTBA terus merealisasikan belanja modal (capex) yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan dan pembangunan Inpit Conveyor Banko.

“Memasuki Semester II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global,” tutup Bambang. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Sudah Bertarung 500 Ronde, Canelo Alvarez Akui Usia Mulai Menggerogoti Tubuhnya Jelang Lawan Mbilli

INTERAKINDO.COM - Sehebat-hebatnya karier seseorang, pada Akhirnya dia takkan bisa melawan waktu. Ya, waktu dalam dunia olahraga selalu menjadi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img