PALEMBANG, INTERAKINDO – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan narkoba lintas daerah yang beroperasi di Palembang, Bogor, dan Purwakarta. Dalam operasi tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti narkotika dalam jumlah besar.
Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing adalah Ahmad Badawi, Abdul Latif, dan Puja Bangsa.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima aparat terkait adanya pengiriman paket mencurigakan dari Palembang menuju Bogor. Setelah dilakukan analisis dan pendalaman, petugas menemukan bahwa paket tersebut berada di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
Tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kemudian melakukan penyelidikan intensif dan menemukan 405,06 gram sabu serta 97 butir ekstasi yang disembunyikan secara rapi di dalam speaker. Melalui metode control delivery, petugas berhasil menangkap Ahmad Badawi alias Samba saat menerima paket tersebut.
Pengembangan kasus selanjutnya mengungkap bahwa Abdul Latif alias Dony diduga berperan sebagai pengendali peredaran narkotika dari dalam Lapas Kelas II Purwakarta. Sementara itu, penyelidikan terhadap asal pengiriman paket mengarah kepada Puja Bangsa yang berada di Palembang.
Dari hasil penggeledahan dan pengembangan lebih lanjut, petugas berhasil menyita total ratusan gram sabu serta 11.443 butir ekstasi dengan berbagai logo yang diduga siap diedarkan ke masyarakat. Aparat juga mengungkap adanya keterkaitan jaringan ini dengan seorang bandar besar bernama Agung Darmawan yang hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan penindakan tegas terhadap seluruh jaringan narkotika, baik yang beroperasi di luar maupun dari dalam lembaga pemasyarakatan.
“Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dari hulu hingga hilir. Kami akan terus memburu para pelaku yang terlibat, termasuk bandar besar yang masih berstatus DPO, demi melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Keberhasilan pengungkapan jaringan Palembang–Bogor–Purwakarta ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mewujudkan perlindungan yang berkeadilan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan narkotika. (ril)



