PRABUMULIH, INTERAKINDO – Komitmen Pemerintah Kota Prabumulih dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Salah satunya dilakukan Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj. Linda Apriana Arlan, yang turun langsung meninjau kondisi balita stunting di Desa Tanjung Menang dan Kelurahan Tanjung Raman, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Prabumulih tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Ketua PKK Kecamatan, tenaga kesehatan, Puskesmas Tanjung Raman, petugas Pustu, Lurah Tanjung Raman hingga Kepala Desa Tanjung Menang. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan stunting secara terpadu.
Dalam kunjungannya, Hj. Linda Apriana Arlan bersama rombongan mendatangi rumah Balita Nopan Saputra, putra pasangan Wawan dan Desi Arlena yang tinggal di Dusun II Desa Tanjung Menang. Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke kediaman Balita Rafka Fuazan, putra pasangan Ahmad Nursalim dan Serius di wilayah Kelurahan Tanjung Raman.
Selain melihat langsung kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak, Ketua TP PKK juga berdialog dengan keluarga untuk mengetahui berbagai faktor yang memengaruhi kondisi balita. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta menjaga pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Kami berharap para orang tua terus memperhatikan asupan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke fasilitas kesehatan. Dengan perhatian dan pendampingan yang baik, kondisi anak-anak yang mengalami stunting dapat terus membaik,” ujar Linda.
Pada kesempatan tersebut, TP PKK Kota Prabumulih juga menyerahkan bantuan berupa makanan tambahan bergizi dan susu formula kepada keluarga balita yang dikunjungi. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pemulihan dan pertumbuhan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Prabumulih dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di Kota Prabumulih dapat terus ditekan.
Pendampingan secara intensif, edukasi kepada orang tua, serta pemantauan berkala terhadap kondisi balita menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.
Dengan perhatian dan intervensi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Prabumulih optimistis dapat menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah. (ril)



