Minggu, Mei 17, 2026

Liga Champions Voli Asia 2026 – Smes Maut Keita Bakar Gulung Hyundai Korea, Tantang Iran di Final

Must Read

INTERAKINDO.COM — GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat menctak sejarah keperkasaan Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP). Wakil Indonesia ini sukses mengamankan tiket emas menuju babak final AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 atau Liga Champions Voli Asia 2026.

Kepastian ini didapat setelah mereka tampil menggila dan menggilas wakil Korea Selatan, Hyundai Capital Skywalkers (HCS), dengan skor telak 3-0  pada laga semifinal, Sabtu (16/5) malam.

Berkat kemenangan gemilang tiga set langsung ini, Bhayangkara Presisi akan menantang klub raksasa asal Iran, Foolad Sirjan Iranian, di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/5).

Sejak peluit pertama dibunyikan, gemuruh dan dukungan luar biasa dari ribuan suporter yang memadati arena langsung membakar semangat skuad Bhayangkara. Atmosfer panas dan bertekanan tinggi langsung tersaji di lapangan saat Farhan Halim dan kolega melancarkan tekanan demi tekanan ke area pertahanan lawan.

Pada set pertama, JBP langsung tancap gas dengan menerapkan pola serangan kilat yang mematikan. Strategi agresif ini membuat para pemain Hyundai Capital Skywalkers kelabakan dan kesulitan untuk keluar dari tekanan. Tim tuan rumah pun sukses mengamankan set pembuka ini dengan keunggulan ketat 25-23.

BACA JUGA :   Irwan Sulaiman Cetak 4 Gol di Matchday 6 JS League 2022

Memasuki set kedua, laga berjalan semakin sengit dan menegangkan. HCS memberikan perlawanan habis-habisan hingga kedua tim saling kejar-mengejar angka dalam intensitas permainan yang sangat tinggi. Skor bahkan sempat berkedudukan imbang 25-25.

Beruntung, para penggawa Bhayangkara mampu tampil lebih tenang dan dingin di poin-poin kritis, hingga akhirnya menutup set kedua dengan kemenangan dramatis 27-25.

Pertandingan semakin memanas di set ketiga saat drama terjadi di atas lapangan. Keita sempat diganjar kartu kuning oleh wasit akibat melakukan protes keras terkait dugaan touch ball dari Alfin Daniel.

Memanfaatkan situasi yang sempat goyah, Hyundai langsung melesat unggul 6-4 dan berusaha menjaga jarak keunggulan poin mereka.

Namun, mental juara ditunjukkan oleh armada Bhayangkara Presisi. Mereka perlahan tapi pasti bangkit dari ketertinggalan. Dua ace beruntun yang dilesatkan Keita berhasil memangkas selisih skor menjadi 15-14.

Bhayangkara terus menggempur pertahanan lawan lewat kombinasi serangan mematikan dari Keita, Farhan Halim, serta Mozic. Tak hanya tajam dalam menyerang, lini pertahanan JBP juga sangat kokoh berkat kedisiplinan Simon yang berkali-kali melakukan blok efektif untuk mementahkan spike para pemain Hyundai.

BACA JUGA :   Digusur Juve Dari 3 Besar, Milan Kini Ditekan Roma Dan Como

Momentum emas akhirnya sepenuhnya digenggam Bhayangkara. Sebuah spike keras dan mematikan Keita di penghujung set ketiga mengunci kemenangan 25-23, sekaligus menyudahi perlawanan semifinalis asal Korea Selatan itu dengan skor mutlak 3-0.

Meski berhasil menembus partai final, Kapten JBP, Nizar Julfikar, menegaskan bahwa timnya tidak boleh jemawa dan masih memiliki beberapa catatan untuk dievaluasi.

“Kami memang masih ada kendala karena persiapan tim juga cukup singkat, jadi wajar masih ada sedikit struggle di pertandingan. Namun, untuk besok kami fokus saja, menikmati pertandingan dan berjuang sampai selesai,” ungkap Nizar Julfikar dengan optimistis.

Di sisi lain, juru taktik Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, menilai kemenangan krusial ini merupakan modal yang sangat berharga sebelum mereka bentrok dengan tim kuat asal Iran di laga pamungkas.

BACA JUGA :   Mike Tyson Bersyukur Hanya Kena Penyakit Skiatika di Usia 56

“Ada yang lebih dan ada yang kurang, tetapi yang penting kami menang dan masuk final. Pasti ada evaluasi, tetapi sekarang fokus recovery dan persiapan untuk menghadapi tim Iran,” tegas Toiran.

Pilar penting JBP, Marko Sedlacek Mozic, juga ikut memberikan pandangannya. Ia menilai kunci keberhasilan timnya kali ini adalah solidnya koordinasi saat melakukan receive dan blok di lini belakang.

“Kami bermain sangat baik dalam receive dan blok. Keita tampil luar biasa di serangan. Besok final akan sulit karena tim Iran sangat kuat, tetapi kami ingin menang,” kata Mozic dengan penuh percaya diri.

Sementara itu dari kubu lawan, pemain Hyundai Capital Skywalkers, Seung Bin, berjiwa besar dan mengakui bahwa atmosfer magis serta tekanan dari suporter Indonesia di dalam stadion menjadi faktor pembeda yang sangat menguntungkan bagi kubu tuan rumah.

“Ada banyak pemain kuat di Bhayangkara dan dukungan penonton Indonesia luar biasa. Atmosfer seperti ini sangat membantu pemain tuan rumah,” pungkus Seung Bin setelah laga usai.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Filip Hrgovic Paksa Wasit Turun Tangan, Hentikan Dave Allen Dalam 3 Ronde

INTERAKINDO.COM - Dave Allen secara brutal dihentikan dalam tiga ronde oleh Filip Hrgovic yang penampilannya berada satu kelas di atasnya. Petinju...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img