INTERAKINDO.COM – Bintang tenis legendaris Steffi Graf resmi menjadi wajah baru untuk merek pakaian olahraga milik jaringan supermarket Lidl. Perempuan asal Jerman tersebut mendominasi dunia tenis wanita pada akhir tahun 1980-an dan 1990-an, dengan mengoleksi 22 gelar Grand Slam sepanjang kariernya.
Graf adalah pemain serbabisa yang mampu memenangkan gelar Grand Slam di ketiga jenis permukaan lapangan dan di keempat turnamen utama. Ia pensiun dari tur wanita pada usia 30 tahun pada 1999, dan setelah gantung raket, ia telah bekerja sama dengan beberapa merek ternama, termasuk Barilla, Apollinaris, Citibank, dan Danone.
Namun, kolaborasi terbarunya ini mungkin menjadi yang terbesar hingga saat ini, di mana Lidl mengangkat Graf sebagai duta untuk merek olahraga internal mereka, Crivit. Kampanye ini dijadwalkan akan diluncurkan di lebih dari 30 negara dengan slogan ‘Find Your Move’ (Temukan Langkahmu).
Ini merupakan bagian dari proyek ambisius bagi Lidl, yang mungkin lebih dikenal di Inggris karena produk-produk supermarketnya yang terjangkau. Sebaliknya, perusahaan ritel ini kini sangat berambisi untuk mendobrak pasar pakaian olahraga kasual, dengan indikasi bahwa mereka ingin muncul sebagai penantang serius bagi Decathlon.
“Menyusul kesuksesan merek Parkside kami, kami sekarang membuka salah satu kategori paling relevan untuk kehidupan yang lebih baik melalui Crivit: olahraga dan rekreasi. Fakta bahwa Stefanie Graf memilih Lidl untuk menyebarkan misinya adalah sebuah tanda apresiasi yang besar sekaligus bukti dari standar kualitas kami,” demikian bunyi pernyataan Lidl.
Terlepas dari kesepakatan dengan berbagai merek sebelumnya, Graf cenderung menutup diri dari sorotan setelah pensiun dan tidak terlalu sering tampil di depan umum. Namun, sang suami, Andre Agassi—yang juga merupakan ikon tenis dunia—pernah memberikan pujian tinggi atas kemampuan luar biasa pasangannya tersebut di atas lapangan.
“Dia memiliki kemampuan atletis di atas rata-rata rekan-rekan seangkatannya, sebuah kemewahan yang luar biasa. Ketika dia berada dalam performa terbaiknya, dia seperti seekor kuda yang tidak akan pernah bisa dikejar,” ujar Agassi pada 2019.
“Bagi saya, rintangannya tidak seperti itu. Saya tidak bisa begitu saja melibas orang lain hanya karena saya seorang atlet yang hebat atau berbakat dalam berbagai hal. Saya hanya memiliki beberapa kelebihan, jadi saya harus berpikir lebih keras dari semua orang dan menerapkan strategi saya satu per satu, seperti menyusun sebuah teka-teki.”
Kini, Lidl tentu berharap bahwa kecintaan masyarakat terhadap sang legenda akan membuahkan hasil manis bagi lini bisnis baru mereka!***



