Rabu, September 30, 2026

Menanti Lonceng Kematian Laskar Wong Kito: Gaji Menunggak, Sponsor Hilang, Sriwijaya FC Menuju Bubar Permanen!

Must Read

Catatan Sepakbola M. Nigara

SETELAH Krama Yudha Tiga Berlian, berakhir, kini giliran Sriwijaya Football Club sedang menuju kepemadaman permanen. Baik KTB maupun Sriwijaya FC, bukanlah klub kaleng-kaleng.

Kedua klub tersebut, khususnya KTB, bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Palembang, dan seluruh Sumatera Selatan, tapi, masyarakat sepakbola Indonesia pernah dibuat bangga. KTB selain menjadi tim 3 Besar Antar Klub Asia pada 1986, klub milik mantan Ketua Umum PSSI, H. Syarnoebi Said, ini dua kali menjadi juara Galatama, 1985 dan 1986/87.

Sementara Sriwijaya juga dua kali menjadi juara Liga Indonesia (Ligina), kompetisi gabungan Perserikatan dan Galatama, 2007 dan 2011/12. Keduanya juga klub yang cukup banyak menyumbangkan pemainnya ke tim nasional.

BACA JUGA :   Kaltim Bisa Bangun Industri UMKM Alat Kesehatan Dalam Negeri, Kata Lupi Trilaksono

‘Anak Tiri’

Berbeda dengan alasan KTB bubar, Sriwijaya saat ini berada dalam posisi dying alias sekarat. Sriwijaya benar-benar maju kena-mundur kena. Secara faktual, klub ini sudah tak lagi memiliki dana serupiah pun. Terlalu banyak tunggakan, gaji pemain, pelatih, dan manajemen tertunggak.

Kabarnya (perlu pendalaman), tunggakan pada dapur, asrama, dan biro perjalanan pun menumpuk. Bahkan denda Komisi Disiplin pun tak bisa mereka bayar. Sementara dana subsidi dari LIB pun telah lama habis.

Padahal masih tersisa sembilan laga: 4 home dan 5 away. Pertanyaannya, dari mana mereka bisa menutup lubang keuangan yang menganga lebar itu?

BACA JUGA :   Rasmus Hojlund Jadi Hantu Menakutkan AC Milan, Napoli Segel Tiket Final Super Cup Italia di Riyadh

Ini sisa laganya:

  • 15/2 home vs Bekasi City
  • 20/2 home vs Persikad Depok
  • 28/2 away vs Sumsel United
  • 29/3 away vs Persiraja
  • 05/4 home vs PSPS
  • 12/4 away vs Persekat Tegal
  • 19/4 away vs PSMS
  • 25/4 home vs Garudayaksa
  • 02/5 away vs Adhyaksa Banten

Mengapa situasi pelik menghantam Sriwijaya. Dulu, klub ini pernah menjadi impian para pemain. Kontrak yang diberikan klub begitu menarik. Sekarang, seperti sesuatu yang wajib dihindarkan.

“Jadi anak tiri, bang,” kata salah satu pengurus Sriwijaya yang tak ingin disebut namanya.

Masih kata tokok yang sudah berkecimpung di sepakbola lebih dari 20 tahun, semua sponsor yang tadinya memiliki kontrak dengan klub, menarik diri.

BACA JUGA :   Papua & Jabar Jadi Tim Pertama Lolos 6 Besar Sepakbola PON 2021

Adanya klub Sumsel United, milik seorang tokoh yang kebetulan pejabat di Sumatera Selatan, menjadi penyebab utama. “Sponsor memindahkan semuanya ke klub itu dan konon takut jika memberikan sponsor ke Sriwijaya,” katanya lagi.

Benar atau tidaknya penjelasan itu, faktanya Sriwijaya memang sudah tak memiliki sponsor. Artinya hidup klub itu hanya dari subsidi dan suporter yang ternyata sama sekali tidak cukup.

Situasi tak menentu ini akan terus dan terus menghadang Sriwijaya. Kita tinggal menunggu kabar klub mati total dengan meninggalkan segala permasalahan, kecuali muncul juru selamat…***

M. Nigara, Wartawan Sepakbola Senior

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Panas di Luar Ring, Konflik Promotor Nyaris Gagalkan Battle of Britain Joshua vs Fury di Cardiff

INTERAKINDO.COM - Konferensi pers perdana antara Anthony Joshua dan Tyson Fury dipastikan tetap berjalan di London pada Rabu (30/9)ini,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img