Rabu, April 15, 2026

Donald Trump Tangkap Maduro dan Ingin Kuasai Minyak Venezuela, Kritik Lama Saddam Hussein Kembali Viral

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Awal tahun 2026 langsung dibuka dengan kegaduhan politik internasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026).

Klaim itu disampaikan Trump melalui akun media sosialnya Truth Social, bersamaan dengan perintah serangan militer berskala besar Amerika ke Caracas, ibu kota Venezuela.

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” tulis Trump.

Namun, di tengah narasi resmi pemberantasan kejahatan, pernyataan Trump soal minyak justru lebih menyita perhatian. Ia secara terbuka mengakui bahwa langkah Amerika ke Venezuela akan membuka akses baru terhadap cadangan minyak raksasa milik negara tersebut.

BACA JUGA :   Kisah Nabi Dadakan dari Ghana: Kiamat Batal, Donasi Dipakai Beli Mobil

Menariknya, bersamaan dengan konflik terbaru ini, publik dunia maya kembali memutar wawancara lama Saddam Hussein dan pidato ikonik Hugo Chavez di PBB tahun 2006.

Dalam pernyataannya, Saddam Hussein sejak dulu sudah mencurigai pola intervensi Amerika:

“Kalau Anda ingin mengendalikan dunia, Anda harus mengendalikan minyak. Dan salah satu syarat terpentingnya adalah menghancurkan Irak.”

Menurut Saddam, tuduhan soal WMD hanyalah dalih politik. Tujuan utama agresi AS ke Irak dianggap murni ekonomi dan energi.

Hugo Chávez juga menyampaikan nada serupa, meski dengan gaya yang jauh lebih teatrikal. Di hadapan dunia, ia berkata:

BACA JUGA :   Fakta Sebenarnya di Balik Isu Uang 7 Euro Bergambar Cristiano Ronaldo

“Yesterday the devil came here… and it smells of sulfur still today.”

Chavez menuduh Amerika menjalankan “demokrasi bom”, melakukan dominasi, eksploitasi, dan penjarahan terhadap negara lain demi kepentingan minyak global.

Pemerintah Venezuela bahkan menyatakan tidak mengetahui keberadaan Maduro maupun Ibu Negara, Cilia Flores.

Beberapa jam setelah ledakan di Caracas, Wakil Presiden Delcy Rodríguez menuntut bukti resmi dari pemerintah AS mengenai keberadaan keduanya.

Di sisi lain, sejumlah media internasional dan netizen ramai mengaitkan bahwa langkah Trump sekarang persis seperti kritik lama: menguasai minyak Venezuela sebagai target utama.

BACA JUGA :   Isu Besar! Nama Taipan Lokal Hary Tanoesoedibjo & “Indonesia CIA” Disebut Dalam Dokumen Jeffrey Epstein yang Dirilis AS

Variety juga melaporkan bahwa kebijakan Trump berpotensi membuat perusahaan minyak besar AS masuk ke Venezuela untuk mengambil alih pengelolaan energi

Jadi pada akhirnya, konflik ini menghadirkan paradoks politik modern. Amerika sebut ini soal hukum dan pemberantasan narkoba.
Trump sendiri terang-terangan mengakui minyak Venezuela adalah bagian penting dari rencana.

Banyak pihak pun bertanya: apakah operasi Amerika ke Venezuela kali ini benar murni penegakan hukum, atau cuma babak baru drama lama perebutan emas hitam?

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Perkuat Kemitraan dengan PT Difa Media Indonesia, Enqura Bawa Teknologi Anti-Deepfake Kilat ke Pasar Finansial Nasional

INTERAKINDO.COM – Menyusul keterlibatan strategis barunya di Indonesia bersama PT Difa Media Indonesia, Enqura, perusahaan teknologi finansial berbasis AI...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img