Rabu, April 29, 2026

Fakta Terbaru Sopir Adi Irawan Usai Mobil MBG Tabrak 20 Siswa SDN Kalibaru

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM —Jakarta, Sosok sopir yang mengemudikan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menabrak puluhan siswa serta satu guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara akhirnya didalami lebih jauh oleh aparat kepolisian. Sopir bernama Adi Irawan (34) kini tengah menjalani pemeriksaan setelah insiden yang terjadi pada Kamis pagi (11/12) sekira pukul 06.40 WIB tersebut.

Insiden itu menyebabkan 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, yang kemudian dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengakuan Sopir: “Mobil Tiba-Tiba Ngegas Sendiri”

BACA JUGA :   Pembangunan Jalur Elit Piala Dunia 2026 Disebut Jadi Biang Keladi 'Penyiksaan' bagi Pekerja Seks Komersial di Meksiko

Dalam pemeriksaan awal, Adi mengaku bahwa kecelakaan tersebut bukan karena ia panik atau salah injak pedal karena terburu-buru. Ia mengklaim bahwa mobil tiba-tiba “ngegas sendiri” saat hendak diparkir di depan sekolah, sehingga membuatnya kehilangan kendali dan menabrak kerumunan siswa.

“Nah, waktu itu gak tahu kenapa ngegas sendiri gitu. Makanya saya injek rem gak dapat, di situ baru dapat remnya” ujar Adi saat dimintai keterangan oleh petugas.

Adi juga menegaskan bahwa ia tidak panik dan tidak kepikiran untuk menarik rem tangan, serta memastikan bahwa pedal gas tidak tersangkut pada karpet mobil saat kejadian berlangsung.

BACA JUGA :   Kemenkes Targetkan Indonesia Bebas Malaria 2030, Ini Caranya

Meski demikian, keterangan tersebut masih terus didalami oleh penyidik untuk memastikan apa faktor sebenarnya yang menyebabkan mobil hilang kendali apakah karena kelalaian, faktor teknis, atau kombinasi dari keduanya.

Status Sopir & Proses Pemeriksaan

Polisi telah mengamankan Adi Irawan ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut bersama dengan kernet kendaraan itu. Pengamanan dilakukan untuk menggali informasi terkait kronologi lengkap kejadian, termasuk apakah ada unsur pidana atau kesalahan prosedur pengemudian.

Dalam beberapa laporan, disebut pula bahwa Adi adalah sopir pengganti, bukan sopir tetap program MBG, karena pengemudi utama sedang berhalangan hadir pada hari kejadian.

BACA JUGA :   Lebih dari 74 Persen Konsumen Indonesia Pilih Belanja Online, Mengapa?

Penyelidikan Masih Berlanjut

Pihak kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menyelidiki segala aspek insiden ini, termasuk kondisi kendaraan, prosedur operasional, serta pelatihan sopir. Sampai saat ini, belum ada keputusan final mengenai penyebab pasti mobil tersebut menabrak siswa dan guru.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan program pemerintah yang seharusnya mendukung kesehatan anak, namun berujung pada tragedi di lingkungan sekolah.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Menyusul Tragedi Tabrakan Kereta Api, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan di Tengah, Begini Kata Dirut KAI

BEKASI, INTERAKINDO.COM - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin buka suara mengenai usulan pemindahan posisi gerbong...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img