INTERAKINDO.COM – Rafael Espinoza (28-0-0, 24 KO), juara kelas bulu (57,2 kg) WBO, menegaskan kesiapannya untuk bertarung dengan Naoya Inoue (33-0-0, 27 KO), juara tak terbantahkan kelas bantam super (55,3 kg). Untuk itu, ia bahkan siap terbang ke Jepang demi menantang sang “Monster” di kandangnya sendiri.
Bagi Espinoza, seperti dikatakannya dalam wawancara dengan Mike Coppinger dari The Ring dan dikutip middleasy.com, duel dengan Inoue menjadi batu loncatan baginya untuk masuk dalam jajaran petinju pound-for-pound.
Espinoza menyebut tinggi badannya akan menjadi salah satu keunggulan utama. Tinggi Inoue tercatat 165 cm, sementara Espinoza mencapai 185 cm. Begitu juga dengan jangkauannya, yaitu 185 cm berbanding 171 cm milik Inoue.
Sebagai juara bertahan kelas bulu, Espinoza juga akan unggul dari segi ukuran dan kekuatan atas Inoue yang harus naik dari bantam super jika bersedia meladeni tantangannya di kelas bulu.
“Saya percaya saya memiliki kualitas, keinginan, jangkauan, dan tinggi badan. Saya yakin saya memiliki kekuatan,” ungkap Espinoza, petinju kelahiran Guadalajara, Meksiko, yang berasal dari kota yang sama dengan Canelo Alvarez.
Apabila ambisinya bertarung dengan Naoya Inoue gagal, Espinoza tetap berfokus untuk melakukan penyatuan gelar di kelas bulu. Ia menyebut banyak peluang duel besar di kancah tinju dunia kerap gagal terlaksana akibat perselisihan antara promotor, badan tinju, dan stasiun penyiaran.
Nah, untuk meminimalisir kendala tersebut, Espinoza kini bergabung dengan tim Eddy Reynoso, pelatih kenamaan yang juga membawahi Canelo Alvarez.
Namun, sebelum bisa mewujudkan duel impiannya dengan Inoue, Rafael Espinoza harus melewati ujian wajib terlebih dahulu melawan petinju asal Venezuela, Lorenzo Parra, 31 tahun, sesuai perintah WBO. Duel rencananya akan digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 31 Oktober mendatang. Pentas ini menjadi bagian dari rangkaian pesta tinju bertajuk “Mexico vs The World” dengan partai utama yang mempertemukan Canelo Alvarez dan Christian Mbilli.
Naoya Inoue sendiri menjadi magnet besar bagi petinju bernyali tinggi mana pun untuk menghadapinya. Dengan rekor mentereng, petinju berjuluk “The Monster” itu telah merajai sabuk juara di kelas terbang ringan, terbang super, bantam, dan kini bantam super. Jika bersedia bertarung melawan Rafael Espinoza dan keluar sebagai pemenang, itu akan menjadi pencapaian gelar juara di divisi kelima bagi Inoue.
Inoue dikabarkan dijadwalkan kembali naik ring pada Februari atau Maret 2027, setelah penampilan terakhirnya mencatatkan kemenangan angka mutlak atas Junto Nakatani di Tokyo Dome pada Mei 2026.
Sebelumnya, Jesse Rodriguez (24-0-0, 17 KO)—juara kelas bantam (53,5 kg) WBA—sempat menjadi kandidat kuat lawan berikutnya bagi Inoue. Kendati demikian, hingga kini proses negosiasi kedua pihak belum menemui titik terang.
Inoue sebenarnya tertarik menghadapi Rodriguez, tetapi ia juga memiliki rencana kariernya sendiri. Jika duel melawan Rodriguez tak kunjung pasti atau jadwalnya tidak sesuai dengan agenda sang petinju Jepang, opsi terkuat bagi Inoue adalah naik ke kelas bulu.
Melalui akun X pribadinya, Inoue sempat menulis bahwa ia mulai bersiap untuk naik ke kelas bulu daripada terus menunggu kepastian dari kubu Rodriguez. Apakah pernyataan tersebut mengindikasikan ia akan langsung melirik Espinoza? Hal itu tentu masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut.
Yang pasti, saat ini Espinoza harus memusatkan seluruh perhatiannya untuk menghadapi Lorenzo Parra dalam partai tambahan (undercard) megatarung antara Canelo Alvarez kontra petinju juara kelas menengah super WBC, Christian Mbilli.***



