Jumat, Oktober 30, 2026

OSEKA: Ketika Sabut Kelapa Jadi Solusi Hijau Pertamina EP Prabumulih

Must Read

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Limbah sabut kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah justru disulap menjadi inovasi bernilai guna oleh Pertamina EP Prabumulih Field. Melalui inovasi bernama OSEKA (Oil Spill Equipment Sabut Kelapa), limbah tersebut diolah menjadi peralatan penanggulangan tumpahan minyak (oil spill equipment/OSE).

Inovasi ini dikembangkan Pertamina EP Prabumulih Field yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan operasi sekaligus menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan.

OSEKA diproduksi dalam tiga jenis, yakni absorbent pad, oil boom, dan serbuk. Ketiganya memanfaatkan sabut kelapa sebagai material utama yang memiliki daya serap tinggi sehingga dinilai cocok untuk mendukung kebutuhan penanganan tumpahan minyak dalam kegiatan operasi hulu migas.

BACA JUGA :   18 Warga Binaan Bebas, 916 Lainnya Dapat Potongan Masa Tahanan

Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Eko Bagus Wibowo, mengatakan inovasi tersebut lahir dari semangat untuk terus menghadirkan solusi baru tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

“Semangat inovasi Pertamina EP Prabumulih Field terus menyala seiring kewajiban kami memenuhi pasokan energi. OSEKA tidak hanya menjawab persoalan limbah sabut kelapa, tetapi juga menjadi solusi baru ramah lingkungan untuk kebutuhan operasi hulu migas yang andal,” ujar Eko.

Gagasan OSEKA berawal dari aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasi yang memanfaatkan buah kelapa, namun belum sepenuhnya mengelola limbah sabut yang dihasilkan. Kondisi tersebut kemudian dilihat Pertamina EP Prabumulih Field sebagai peluang untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

BACA JUGA :   Prestasi Gemilang Drumband SMAN 6 Prabumulih Berbuah Reward dan Kunjungan ke SMA Taruna Nusantara Pagaralam

Sejak April 2026, perusahaan mulai melakukan pengembangan dan serangkaian uji coba pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan dasar OSE. Setelah melalui proses riset, inovasi tersebut akhirnya mampu menghasilkan produk OSEKA yang dapat digunakan dalam mendukung penanggulangan tumpahan minyak.

Tak hanya memanfaatkan limbah, OSEKA juga menawarkan keunggulan dari sisi biaya. Harga pembuatannya disebut hanya sekitar Rp14.500 per buah, lebih ekonomis dibandingkan OSE yang biasa digunakan di industri migas.

BACA JUGA :   Masyarakat Bekasi Sambut Antusias Pendirian Dian Ekawati Center dan BLK

Keunggulan lainnya terletak pada aspek penggunaan ulang. OSEKA dapat digunakan kembali hingga enam kali, sedangkan OSE konvensional pada umumnya hanya digunakan sekali.

Ke depan, Pertamina EP Prabumulih Field berencana meningkatkan produksi OSEKA dengan melibatkan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketersediaan peralatan penanggulangan tumpahan minyak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin OSEKA menjadi wujud kehadiran Pertamina EP Prabumulih Field yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Eko. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Gertakan Christian Mbilli Jelang Laga Puncak: Canelo Bakal Menyesal Naik Ring Bersama Saya

INTERAKINDO.COM - Siapakah yang akan berdiri gagah saat Canelo Alvarez berhadapan dengan Christian Mbilli pada malam Halloween demi memperebutkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img