Sabtu, September 12, 2026

Hilang dari Kapal Saat Bertugas, Bripda Rizki Ditemukan Tewas Masih Membawa Senpi Dinas

Must Read

PALEMBANG, INTERAKINDO – Misteri hilangnya Bripda Rizki Ardianto, personel Direktorat Samapta Polda Sumatera Selatan, saat menjalankan tugas pengamanan di wilayah perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung, akhirnya berakhir tragis.

Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, Bripda Rizki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.04 WIB.

Korban ditemukan di perairan Sungai Badak, sekitar 1,5 kilometer dari Desa Sungai Badak menuju arah Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Saat ditemukan, tubuh korban mengapung di sekitar tanaman nipah. Tim gabungan yang melakukan pencarian kemudian langsung mengevakuasi Bripda Rizki dari lokasi penemuan.

Yang menjadi perhatian, sejumlah barang milik korban masih ditemukan bersamanya. Di antaranya tas ransel berwarna hitam, telepon seluler, serta senjata api dinas.

Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan secara intensif sejak Bripda Rizki dilaporkan hilang dari kapal pada Kamis (10/9/2026).

BACA JUGA :   Arsjad Rasjid, Ketua Kadin Pusat, Tegaskan Besarnya Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia

Berangkat Jalankan Tugas Pengamanan

Peristiwa hilangnya Bripda Rizki bermula pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, korban menjalankan tugas berdasarkan surat perintah pengamanan tertanggal 1 September 2026 di Dermaga 129 Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji.

Sekitar pukul 22.50 WIB, Bripda Rizki diketahui berangkat menggunakan kapal kosong LCT Agro Permai.

Ketika kapal berada di sekitar wilayah Karangsia, korban berkoordinasi dengan kru kapal untuk berpindah ke Tugboat Yusika yang membawa muatan sawit. Perpindahan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat pengamanan.

Namun, setelah LCT Agro Permai melintasi wilayah Desa Sungai Badak, keberadaan Bripda Rizki tidak lagi diketahui di atas kapal.

Pihak PT Prime Agri Resources kemudian menyampaikan informasi mengenai hilangnya personel tersebut kepada Polsek Sungai Menang pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

BACA JUGA :   Majalengka Jadi Hub Kesehatan Baru, PT Edures Global Link Targetkan Proyek Kampus Kedokteran Rampung 2026

Tim Gabungan Sisir Perairan

Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Satpolairud Polres OKI, Polsek Sungai Menang, Basarnas, BNPB/BPBD, pihak perusahaan, hingga masyarakat.

Tim gabungan menyisir sejumlah kawasan perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan Bripda Rizki.

Setelah dilakukan pencarian secara intensif selama dua hari, keberadaan korban akhirnya ditemukan pada Jumat pagi.

Sekitar pukul 10.04 WIB, tim menemukan Bripda Rizki di perairan Sungai Badak. Tubuh korban ditemukan mengapung di sekitar tanaman nipah.

Korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Desa Sungai Badak. Selanjutnya, Bripda Rizki dibawa ke Puskesmas Sidomulyo, Kabupaten Mesuji, sebelum kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab Kematian Masih Didalami

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, sejak menerima informasi mengenai hilangnya Bripda Rizki, kepolisian bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan pencarian secara terpadu.

BACA JUGA :   Keliling Kota Gelar Pawai, Cara DPD PKS Prabumulih Sambut Ramadhan 1445 H, Sekaligus Syiar Islam

“Kami memastikan seluruh proses pencarian dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Palembang guna proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Nandang.

Polda Sumsel menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Bripda Rizki Ardianto. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pencarian hingga proses evakuasi korban.

Meski demikian, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian Bripda Rizki maupun penyebab dirinya terpisah dari kapal.

Polda Sumsel menegaskan, rangkaian peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman. Kesimpulan mengenai penyebab kematian serta kronologi lengkap kejadian akan menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi.

Informasi lebih lanjut, kata pihak kepolisian, akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dari pihak berwenang diperoleh. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

38 Tim Berebut Prestasi di DBL 2026 Sumsel, Herman Deru: Junjung Tinggi Sportivitas

PALEMBANG, INTERAKINDO — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru resmi membuka pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img