Sabtu, September 5, 2026

Keluhan Bau Limbah Tempe Viral, Cak Arlan Gerak Cepat Turunkan Camat

Must Read

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Keluhan warga terkait bau busuk yang diduga berasal dari limbah pengolahan tempe di kawasan Pakjo, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih.

Wali Kota Prabumulih, H Arlan, langsung memerintahkan Camat Prabumulih Timur, Reki Saputra SH, turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekaligus mencari solusi atas keluhan masyarakat.

Perintah tersebut disampaikan Wako Arlan pada Sabtu (5/9/2026) sore.

“Iya, tadi Pak Wako telepon. Saya diminta turun dan mengecek secara langsung keluhan masyarakat,” ujar Reki kepada awak media.

BACA JUGA :   Kudatuli 30 Tahun! Wartawan: Dulu Ditekan, Kini Tantangannya Berbeda

Menindaklanjuti arahan tersebut, Reki bersama Ketua RT dan RW setempat kemudian mendatangi lokasi pengolahan tempe dan bertemu langsung dengan pemilik usaha.

Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta agar limbah hasil pengolahan tempe tidak langsung dibuang ke selokan sebelum melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

“Sebelum dibuang ke selokan, seharusnya limbah tersebut diolah dahulu hingga bersih, agar tidak meninggalkan bau. Kita juga sudah meminta agar mereka melakukan langkah dini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait masalah bau tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA :   Judi Togel Meresahkan Warga, Polisi Bergerak Cepat Amankan Terduga Pelaku di Doloksanggul

Menurut Reki, salah satu langkah yang diminta kepada pemilik usaha adalah membuat bak penampungan sementara untuk menampung limbah sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut.

Pemkot Prabumulih juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk terkait pengelolaan limbah dan aspek perizinan usaha.

“Masalah limbah dan perizinannya, kita tidak melarang warga berusaha. Tetapi, jangan sampai merugikan masyarakat sekitar,” tegas Reki.

Sementara itu, Fifi selaku pemilik usaha pengolahan tempe menyampaikan permintaan maaf kepada warga atas persoalan bau yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan tempe tersebut.

BACA JUGA :   Bikhu Mancanegara Tumplek di Indonesia, Begini Rangkaian Waisak 2567 BE di Candi Borobudur

Ia mengaku telah berupaya melakukan perbaikan agar keluhan warga tidak kembali terjadi.

“Mohon maaf atas kelalaian kami. Kemarin Pak Lurah juga sudah datang menegur kami terkait bau tersebut akibat limbah pengolahan tempe yang kami lakukan,” kata Fifi.

Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan pemerintah dan berupaya memperbaiki pengelolaan limbah agar tidak mengganggu kenyamanan maupun lingkungan masyarakat sekitar. (ril)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Gol Tunggal Faqih Alfarisi Kunci Kemenangan Bina Taruna di Pekan Terakhir Putaran Pertama Liga Soeratin U15

INTERAKINDO.COM – Bina Taruna sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Rorotan United dalam laga pekan ketujuh Liga Soeratin U15...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img