Kamis, Agustus 6, 2026

Punya daya pukul mengerikan, Abdullah Mason diyakini Tim Bradley mampu robohkan juara dunia William Zepeda

Must Read

INTERAKINDO.COM – William Zepeda (34-1-0, 27 KO) baru saja merebut gelar kelas ringan WBC setelah menang angka mutlak atas Lamont Roach Jr di Las Vegas, 1 Agustus. Setidaknya ada dua calon lawan menarik jika Zepeda menginginkan duel unifikasi.

Ada Raymond Muratalla (25-0-0, 17 KO) selaku juara IBF dan Abdullah Mason (21-0-0, 18 KO), sang penguasa WBO. Siapa yang akan dipilih Zepeda?

Petinju Meksiko berusia 30 tahun itu memiliki banyak opsi sebagai juara. Pilihan terbaik, menurut eks petinju Tim Bradley yang kini jadi pengamat dan komentator, adalah pemegang sabuk WBO, Abdullah Mason.

Pertarungan di antara keduanya sangat realistis untuk terwujud mengingat mereka berada di bawah naungan promotor yang sama, Top Rank.

BACA JUGA :   Fashion Show Wastra Dewata Digelar untuk Lestarikan Kain Tenun Asli Bali

Siapa yang akan menang?

Bradley sempat terdiam sejenak sebelum memberikan pilihannya.

“Saya memilih Mason,” kata Bradley di acara Inside The Ring.

Bradley selalu menaruh rasa hormat atas kemampuan yang dimiliki Zepeda. Namun, rasa hormatnya naik ke tingkat yang lebih tinggi setelah melihat Zepeda mengalahkan Roach secara meyakinkan.

Meski demikian, Bradley tetap memilih Mason jika duel hipotetis ini benar-benar terjadi. Alasannya tidak rumit. “Daya pukulnya,” ujar Bradley. “Ketika Anda memberi Mason kesempatan untuk melayangkan pukulan balasan di sela-sela serangan, anak itu bisa memukul dengan sangat keras. Dan dia tidak keberatan adu pukul dengan Anda.”

Kekuatan itu terpampang jelas saat duel pertahanan gelar pertama Mason pada 4 Juli lalu. Petinju berusia 22 tahun tersebut sempat melewati masa-masa sulit di paruh pertama pertarungan melawan Albert Bell, yang berhasil bertahan hingga ronde ke-12 alias ronde terakhir.

BACA JUGA :   4 Tim Bermain Imbang di Pertandingan Petang Matchday 3 JS League 2022

Namun, hanya sejauh itulah sang penantang mampu bertahan, karena Mason menjatuhkannya dua kali sebelum akhirnya menghentikannya di detik ke-45 ronde terakhir untuk membuktikan keunggulannya.

Lantas mengapa Bradley sempat ragu saat ditanya siapa yang akan menang antara Mason vs Zepeda? Faktor pengalaman Zepeda menjadi penyebabnya.

Zepeda, yang seperti Mason merupakan petinju kidal, sempat kalah telak dari petinju kidal Shakur Stevenson pada Juli tahun lalu, tetapi ia memetik pelajaran yang sangat berharga. Selain itu, Zepeda berhasil mengalahkan petinju-petinju kidal lainnya seperti Tevin Farmer (dua kali) dan Maxi Hughes.

BACA JUGA :   Stars Soccer Club Bekap V-Cunk, Rebut Trofi Cibadak United Championship

Karena itu, Bradley percaya Zepeda akan sangat siap menghadapi Mason.

“Yang akan mengkhawatirkan saya tentang pertarungan Zepeda ini adalah tekanan, volume pukulan, tetapi yang lebih penting lagi, ini adalah duel kidal lawan kidal,” ungkap Bradley.

“Hal itu akan menguntungkan Zepeda jika Anda melihat rekam jejaknya dan semua petinju kidal yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya, di mana ia bahkan sudah bertarung melawan yang terbaik dari mereka.”

Tapi, sekali lagi, jika Zepeda sempat lengah, ia akan berada dalam bahaya besar. Itu sebabnya Bradley masih menjagokan Mason.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Lawan Tuberkulosis, Dinkes Prabumulih Gelar Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih terus memperkuat upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan Tracing TB...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img