Selasa, Juni 23, 2026

Senegal Boleh Hancur di Piala Dunia 2026, Tapi Sadio Mane Tetap Jadi Ulama Nyata di Luar Lapangan!

Must Read


Catatan: M. Nigara (Wartawan Sepak Bola Senior)

SENEGAL kembali kalah 2-3 dari Norwegia dalam partai keduanya di Grup I, Selasa (23/6/) WIB di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Di laga perdana, Senegal juga kalah dari Prancis 1-3.

Dua kekalahan itu praktis menutup langkah wakil dari Afrika ini ke babak 32 besar. Minus 3 gol akan sangat menyulitkan Senegal menempati posisi ketiga, yang oleh FIFA diberi kesempatan bersama tujuh peringkat ketiga terbaik dari grup untuk ikut melaju.

Laga terakhirnya melawan Irak, yang juga baru digasak Prancis 3-0, bukan laga mudah. Senegal harus menang dengan margin gol yang besar.

Meski demikian, saya ingin kita sama-sama melihat seorang bintang asal Senegal, Sadio Mane. Bukan soal di lapangan hijau di Piala Dunia 2026 ini. Saya ingin mengajak kita menyimak Mane dari sisi lain.

Subhanallah, satu kata itu yang paling tepat saya berikan saat orang menyebut: Sadio Mane, ujung tombak Senegal. Tidak berlebihan, sungguh. Tidak puja dan puji. Tapi, saya hanya ingin kita melihat sisi lainnya.

BACA JUGA :   Menang Atas PSIM Jadi Kado Manis Persija di Ulang Tahun ke-97

Dia bukan ulama, bukan juga ahli agama sebagaimana ayahnya inginkan. Mane adalah pesepakbola, itu fakta yang tak terbantahkan. Tapi perilakunya—maaf, tidak bermaksud apa pun, apalagi menghina—Mane melebihi ulama-ulama yang sering manggung di televisi dengan berbagai kemewahan yang menonjol.

Tidak congkak, tutur katanya sangat santun, lembut, sangat hormat kepada siapa pun. Padahal dia bintang sepakbola yang sejajar dengan Ronaldo, Messi, dan bintang-bintang cemerlang lainnya.

Kita tahu, bintang-bintang sepakbola dunia yang bergelimangan harta benda cenderung sering pamer kekayaan. Mobil-mobil supermewah, jet pribadi, rumah-rumah superwah, hingga belanja-belanja yang sering tak masuk akal.

Mane justru jauh dari situ. Bahkan kaca HP-nya yang retak dan model yang sudah kedaluwarsa masih ia pergunakan. Tidak ada mobil supermewah, tidak ada rumah dengan halaman yang luas dan indah.

BACA JUGA :   Ditendang Sebagai Kapten Ryder Cup Eropa, Henrik Stenson Sukses Sabet 4 Juta Dolar AS di Seri LIV Golf

Padahal kontraknya yang baru di klub Al-Nassr, Arab Saudi, tidak kurang dari Rp720 miliar per musim. Mane dikontrak tiga musim. Dan sebelumnya, dari Bayern Munich tidak kurang dari Rp600 milar per musim, dan Mane tiga tahun berada di klub Jerman itu.

Tugas Negara

Mane justru lebih memilih membangun dan menyejahterakan rakyat Senegal. Suami Aisha Tamba dan ayah dari Aminata yang lahir Maret 2025 ini justru seperti mengambil alih kewajiban pemerintah pada rakyatnya.

Sang bintang itu tak ragu menyejahterakan rakyat di sekitarnya. Memberikan bantuan bulanan bagi keluarga yang tak mampu, membangun sekolah-sekolah dengan dilengkapi peralatan mutakhir secara gratis, mendirikan rumah sakit gratis, dan banyak lainnya.

Sungguh satu perilaku yang luar biasa. Bahkan senyum pun ia berikan kepada siapa saja yang berpapasan dengannya. Padahal tidak sedikit bintang yang untuk tersenyum pun sangat sulit kita dapatkan. Hal ini mengingatkan kita pada hadis Nabi: “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).

BACA JUGA :   Atletico Madrid "Kasih Paham" Barcelona Di Leg Pertama Semifinal Copa Del Rey

Jadi, jika Sadio Mane disebut sebagai teladan, tidak ada orang yang bisa membantahnya.

Sayang dalam dua laganya di PD 2026, seperti Ronaldo, tak ada dukungan yang membuatnya bisa memperlihatkan kehebatannya. Menurut catatan, ada dua persoalan yang dihadapi Mane. Pertama, usianya yang sudah 34 tahun, boleh dibilang tak sebugar dulu. Kedua, sangat mungkin Mane sudah tak lagi memikirkan dunia, sebagaimana kita tahu perannya dalam membangun dan membantu orang-orang tak mampu begitu luar biasa.

Ya, apa pun yang akan dihadapi Senegal di PD 2026 ini, kita tetap menghormati Sadio Mane dengan keteladanannya…

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi/sangat kecil), niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Dukung Indonesia Emas 2045, Polda Jambi Perkuat Penanganan Stunting Lewat Bakti Kesehatan

JAMBI, INTERAKINDO – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Jambi menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img