Rabu, Juli 8, 2026

Pro Futsal League 2 – Drama Menit Akhir, Gol Guntur Permana Sia-Sia, Hampton FC Gagal Jinakkan Great Grace Futsal

Must Read

INTERAKINDO.COM – Atmosfer panas menyelimuti lanjutan putaran kedua (Seri 5) Pro Futsal League 2 (PFL 2) 2026. Duel bergengsi bertajuk “Derbi Surabaya” yang mempertemukan Great Grace Futsal Surabaya melawan Hampton FC Surabaya di GOR Bung Karno Sukoharjo, Jumat (22/5) sore, berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 1-1.

Hasil seri ini memaksa dua tim asal Kota Pahlawan tersebut harus puas berbagi satu poin krusial demi mengamankan posisi mereka di tabel klasemen.

Sejak peluit babak pertama ditiupkan oleh wasit Arimby Bima Putra, kedua tim langsung memperagakan permainan taktis dengan organisasi pertahanan yang sangat rapi. Jual beli serangan terus terjadi di sepanjang paruh pertama, namun kedua kubu masih kesulitan memecah kebuntuan.

BACA JUGA :   Jordi Amat Tak Sabar untuk Reuni dengan Lionel Messi 19 Juni di FIFA Match Day

Ketatnya tensi pertandingan di babak pertama ini sempat diwarnai kartu kuning yang diterima pemain Great Grace Futsal, Raddityo Wahyu Nugroho, pada menit ke-12. Hingga waktu turun minum tiba, skor kacamata 0-0 tetap bertahan kokoh.

Memasuki paruh kedua, juru taktik Great Grace Futsal, Valentino Ferdinand Taroreh, dan arsitek Hampton FC, Felix Tirta Haryanto, kompak menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih menekan. Tensi laga pun semakin memanas, terbukti dengan kartu kuning krmbsali untuk pemain Great Grace, Fahri Maulidi Rochman, di menit ke-36.

BACA JUGA :   Pensiun (Lagi) di Usia 40 Tahun, Manuel Neuer Curhat Tersingkir dari Piala Dunia Terasa Sangat Pahit

Drama sesungguhnya baru tercipta di menit-menit akhir laga. Hampton FC sempat bersorak gembira setelah Guntur Permana sukses memecah kebuntuan lewat golnya pada menit ke-37.

Namun, keunggulan Hampton FC tidak bertahan lama. Lewat skema serangan balik yang pantang menyerah, Great Grace Futsal Surabaya berhasil mencetak gol balasan kilat yang memaksakan skor berubah menjadi 1-1. Kedudukan berimbang ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

BACA JUGA :   Bukan Cari Bakat Instan, Ini Rencana Jangka Panjang Federasi Bawa Futsal Indonesia Mendunia

Meski Hampton FC gagal mengamankan poin penuh, apresiasi tertinggi layak diberikan kepada sang penjaga gawang, Fadrul Daffa Sinaga.

Fadrul tampil luar biasa heroik di bawah mistar dengan melakukan deretan penyelamatan krusial demi membendung gelombang gempuran sporadis dari Great Grace Futsal. Berkat performa solid dan ketenangannya sepanjang laga, Fadrul dinobatkan secara mutlak sebagai Man of the Match (MOTM) pada Derbi Surabaya kali ini.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Konspirasi Melanda Argentina: Dari Tudingan ‘Turnamen Settingan’ Hingga Pengusutan Rekening Gelap oleh Jaksa AS

AMERIKA, INTERAKINDO - FBI dilaporkan sedang menyelidiki Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) atas aktivitas keuangan yang mencurigakan. Argentina tengah mendominasi berita...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img