INTERAKINDO.COM – Setelah lebih dari satu dekade meninggalkan Santiago Bernabeu, nama Jose Mourinho santer dikabarkan berpeluang besar kembali menangani Real Madrid
Rumor itu mengemuka setelah laporan jurnalis Sacha Tavolieri, terkait pembicaraan antara Jose Mourinho dan Real Madrid yang semakin dekat menuju kesepakatan. Mourinho diproyeksikan untuk menggantikan posisi Alvaro Arbeloa yang dinilai gagal mengangkat performa Los Blancos, sepeninggal Xabi Alonso.
Laporan itu juga menyebutkan, jika ‘The Special One’ akan mengumumkan pernyataan resmi mengenai masa depannya pada pekan depan. Pelatih asal Portugal berusia 63 tahun itu disebut telah mencapai persetujuan dengan klub.
Ramainya isu soal kembalinya Mourinho membuat Presiden Real Madrid, Florentino Perez angkat bicara. Meski Perez disebut menjadi sosok utama yang mendorong kepulangan Mourinho, namun ia belum mau membahas kabar tersebut, karena prioritas saat ini adalah pembenahan tim.
“Saya tidak menyangka Anda akan menanyakan hal itu kepada saya. Kita belum sampai pada tahap itu; kita sedang memastikan bahwa Madrid menjadi milik para anggotanya. Saya sudah berada di sini selama 26 tahun, dan tidak pernah ada Madrid yang lebih gemilang”, ujar Perez di lansir dari laman resmi Madrid.
Jose Mourinho pernah melatih Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013 dan sukses mempersembahkan gelar La Liga, Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol. Mantan pelatih Chelsea dan inter Milan itu, saat ini masih terikat kontrak dengan Benfica, namun memiliki klausul yang memungkinkannya pergi dalam periode tertentu.
Kembalinya Mou ke Madrid, diharapkan mampu mengembalikan stabilitas tim dan mengontrol ego para pemain-pemain bintang.
Real Madrid menjadi sorotan belakangan ini, akibat situasi internal klub yang tidak kondusif. Salah satu isu terbesar adalah kabar pertikaian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni sebelum laga El Classico.
Selain itu, beberapa pemain juga kehilangan kepercayaan kepada pelatih Arvalo Arbeloa, ditambah sikap otoriter Florentino Perez, yang menolak mundur dari jabatannya, usai Madrid mengalami puasa gelar dalam dua musim terakhir.



