Minggu, Juni 21, 2026

Pesta yang Mencekik, Saat FIFA Panen 13 Miliar Dolar, Suporter Teriak Harga Tiket Tak Masuk Akal

Must Read

INTERAKINDO.COM – Bukan kejutan lagi jika Piala Dunia terbesar dalam sejarah siap mendatangkan pundi-pundi uang dalam jumlah fantastis bagi FIFA. Federasi sepakbola dunia tersebut telah memimpin apa yang tampaknya akan menjadi ajang olahraga paling menguntungkan sepanjang masa.

Turnamen akbar musim panas ini, yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sejak awal diprediksi akan menghasilkan pendapatan luar biasa hanya dari skala turnamennya saja.

Piala Dunia 2026 menampilkan format baru dengan 48 tim dan 104 pertandingan, yang berarti lebih banyak tiket dan hak siar untuk dijual, serta peluang sponsor yang meningkat pesat.

Ditambah dengan pasar penjualan kembali tiket yang sangat mahal—di mana FIFA mendapatkan jatah 30% dari setiap transaksi sekunder—badan pengatur sepakbola ini diperkirakan akan melampaui target pendapatannya selama empat tahun terakhir… bahkan lebih.

BACA JUGA :   Women’s Pro Futsal League 2026 - WPFL 2026 Membara: F45T Angels Semarang Dilumat Habis 10-1, Capybara Angel Kena Mental di Menit Akhir!

FIFA Raup ‘Angka 10 Digit’ Hanya di Tahun 2026

Menurut laporan keuangan terbaru FIFA yang dirinci oleh The Guardian, FIFA akan menghasilkan sekitar $8,9 miliar (sekitar Rp145 triliun) tahun ini saja. Angka itu hampir $4 miliar lebih banyak dibandingkan $5,24 miliar yang dihasilkan dari Olimpiade Paris 2024.

Angka-angka ini semakin mencengangkan jika memperhitungkan siklus empat tahun menjelang Piala Dunia musim panas ini. FIFA bersiap mengantongi total $13,1 miliar (sekitar Rp213 triliun) dari pendapatan yang dikumpulkan sejak 2023 hingga 2026:

  • 2023: $1,2 miliar
  • 2024: $0,5 miliar
  • 2025: $2,5 miliar
  • 2026: $8,9 miliar

Sebagian besar anggaran pendapatan FIFA berasal dari hak siar TV dan pemasukan terkait sebesar $3,9 miliar.

BACA JUGA :   Menang di Laga Terakhir, Tapi Tiket 32 Besar Tetap Lepas

Pemasukan terbesar kedua datang dari sektor hospitality dan penjualan tiket senilai $3 miliar. Pendapatan sponsor juga diperkirakan melampaui $2,8 miliar pada Piala Dunia kali ini.

Secara finansial, Piala Dunia 2026 sudah dianggap sebagai sukses monumental bagi FIFA, padahal belum satu detik pun pertandingan dimainkan. Lagipula, apa yang perlu dikeluhkan ketika mereka meraup lebih dari $13 miliar?

Protes Keras: Terlalu Mahal bagi Fans Sejati

Namun, para penggemar, pemain, hingga manajer di seluruh dunia melontarkan kritik keras kepada FIFA atas harga tiket turnamen yang selangit. Harga tersebut dianggap menghalangi fans fanatik untuk mampu membeli tempat di tribun demi menonton tim mereka bertanding.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, baru-baru ini mengkritik FIFA karena membuat turnamen ini “sangat mahal,” dan menekankan bahwa “penggemar adalah kunci” dari keajaiban Piala Dunia.

BACA JUGA :   SEA Games 2025: Indra Sjafri Berbenah, Fokus Menyerang Hadapi Myanmar

Penyerang timnas Amerika Serikat, Tim Weah, juga mengecam tiket yang “terlalu mahal” yang akan menyebabkan “fans sejati melewatkan pertandingan.”

Harga parkir dan tiket kereta api juga mendapat sorotan tajam.

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengkritik FIFA karena membebankan tagihan senilai $48 juta kepada negara bagian tersebut untuk mengangkut fans ke stadion dengan aman tanpa bantuan finansial apa pun. Hal ini menyebabkan tarif kereta naik drastis dari $12,90 (Rp210 ribu) menjadi $150 (Rp2,4 juta) untuk perjalanan dari Penn Station di New York City ke Stadion MetLife di New Jersey.

Keriuhan seputar turnamen ini diprediksi akan terus meningkat seiring mendekatnya jadwal pertandingan, terutama jika harga-harga terus melonjak tak terkendali.***

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Perubahan Site Plan Picu Masalah AMDAL Citimall Prabumulih, Tim DLH Akan Cek Lapangan

PRABUMULIH, INTERAKINDO – Polemik dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Citimall Prabumulih terus menjadi sorotan. Meski pihak manajemen diketahui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img