INTERAKINDO.COM – Golden Boy Promotions hari ini, Jumat (20/2), baru saja mengumumkan bahwa juara dunia kelas berat ringan WBA regular dan juara WBC, David Benavidez, naik ke kelas penjelajah untuk menantang juara WBA dan WBO, Gilberto ‘Zurdo’ Ramirez.
Duel panas ini akan menjadi partai utama dalam gelaran Prime Video PPV pada 2 Mei di T-Mobile Arena.
Ramirez (48-1, 30 KO) memiliki sejarah panjang sebagai penguasa di kelas menengah super dan tampil solid di kelas berat ringan.
Namun, ia benar-benar menemukan performa terbaiknya di kelas penjelajah setelah menyapu bersih kemenangan dalam empat pertarungan terakhirnya.
Ia merebut sabuk WBA dari Arsen Goulamirian pada 2024, menambah koleksi sabuk WBO-nya dengan mengalahkan Chris Billam-Smith sembilan bulan kemudian, lalu menyingkirkan penantang veteran Yuniel Dorticos dalam satu-satunya laga yang ia jalani pada 2025.
Di sisi lain, setelah menemui “jalan buntu” saat mengejar duel akbar melawan Canelo Alvarez di kelas menengah super dan Dmitry Bivol di kelas berat ringan, Benavidez (31-0, 25 KO) kini akan menguji peruntungannya di kelas yang lebih berat, kelas penelajah.
Selama kiprah singkatnya di kelas berat ringan, ia sukses menumbangkan mantan juara Oleksandr Gvozdyk, petarung yang saat itu tak terkalahkan David Morrell Jr, dan yang terbaru Anthony Yarde—laga pertamanya sejak statusnya dinaikkan dari juara interim menjadi juara dunia penuh.
Muncul pertanyaan besar apakah gaya bertarung Benavidez yang agresif dan penuh tekanan masih akan efektif menghadapi lawan yang berukuran jauh lebih besar seperti Ramirez?
Namun, satu hal yang pasti, ia diprediksi akan menyuguhkan pertunjukan yang luar biasa.
Analisis Duel Gilberto Ramirez Vs David Benavidez
Masalah Ukuran Tubuh
Ini adalah tantangan terbesar Benavidez. Selama ini, keunggulan utama Benavidez di kelas menengah super dan berat ringan adalah volume pukulan dan fisik yang besar.
Di kelas penjelajah, ia akan menghadapi Ramirez yang merupakan ‘mantan raksasa’kelas menengah super yang sudah sangat nyaman dengan berat 200 pon.
Apakah kekuatan pukulan (power) Benavidez akan tetap terasa mematikan bagi lawan yang secara alami jauh lebih berat? Jika tidak, gaya agresifnya bisa menjadi bumerang.
Kecepatan vs Kekuatan
Benavidez kemungkinan besar akan jauh lebih cepat daripada Ramirez.
Kecepatan tangan Benavidez adalah salah satu yang terbaik di dunia tinju. Ia bisa menggunakan kombinasi cepat untuk ‘mencuri’ ronde demi ronde.
Ia tidak boleh sekadar adu otot (brawling). Ia harus masuk, melepaskan 4-5 pukulan, lalu segera keluar dari jangkauan Ramirez.
Ketahanan Dagu
Ramirez adalah petinju yang sangat teknis dan punya stamina luar biasa. Dia sudah membuktikan bisa menahan gempuran petinju kelas penjelajah asli.
Bisakah Benavidez menahan pukulan Ramirez yang kini lebih bertenaga karena tidak perlu memotong berat badan terlalu ekstrem?
So, Benavidez masuk sebagai underdog secara fisik, namun secara talenta murni, banyak pengamat menilai ia lebih unggul. Jika ia bisa menjaga kecepatannya tanpa kehilangan stamina karena beban berat badan tambahan, ia punya peluang menang lewat angka.
Namun, jika ia mencoba memaksakan KO, Ramirez punya keuntungan fisik untuk membalas.***



