Rabu, Juni 3, 2026

Menuju 2027–2030, BWF Rombak Total Struktur World Tour Demi Masa Depan Bulutangkis

Must Read
Muhammad Fanber
Muhammad Fanber
Penulis Interakindo.com

INTERAKINDO.COM – Kabar besar datang dari dunia tepok bulu. Badminton World Federation (BWF) resmi memperkenalkan transformasi besar menuju era baru bulutangkis global yang akan berlaku mulai musim 2027 hingga 2030.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membuat bulutangkis lebih modern, kompetitif, dan menarik secara komersial di mata dunia.

Infografis dari Badminton World Federation (BWF) yang menggambarkan struktur baru World Tour 2027–2030. Foto: bwfbadminton.com

Dikutip melalui Badminton World Federation (BWF) pada Rabu (12/2/2026). BWF menyampaikan bahwa struktur World Tour akan dirombak total menjadi 36 turnamen dalam enam level kompetisi, mulai dari World Tour Finals hingga Super 100. Format ini dirancang agar kalender lebih rapi, sistem kompetisi lebih jelas, dan daya tarik global meningkat.

BACA JUGA :   BWF Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Daihatsu Indonesia Masters 2026

Tak cuma itu, turnamen level atas seperti Super 1000 juga akan mengalami perubahan signifikan. Durasi turnamen diperpanjang menjadi 11 hari dengan dua akhir pekan, serta jumlah peserta tunggal diperluas menjadi 48 pemain dalam sistem fase grup sebelum masuk babak gugur.

Langkah ini otomatis akan menambah intensitas dan kualitas pertandingan kelas dunia.

BACA JUGA :   Fajar/Fikri Hadapi Sabar/Reza di Semifinal, Peluang ke World Tour Finals Terbuka Lebar

BWF juga menargetkan lonjakan produksi siaran global. Jumlah pertandingan yang diproduksi untuk televisi dan platform digital disebut bakal melonjak dari sekitar 1.400 menjadi hampir 3.000 pertandingan per musim. Artinya, eksposur bulutangkis ke pasar global bakal jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Tak hanya World Tour, kejuaraan mayor seperti World Championships, Thomas & Uber Cup, serta Sudirman Cup juga akan mengalami penyegaran format agar lebih kompetitif dan ramah penonton.

BACA JUGA :   PBSI Optimis Fajar/Fikri Bisa Rebut Gelar di Australian Open 2025

Transformasi ini jadi sinyal kuat bahwa BWF tak ingin bulutangkis jalan di tempat. Di tengah persaingan olahraga global yang makin ketat, federasi ingin memastikan tepok bulu tetap relevan, modern, dan punya daya tarik komersial tinggi.

Era baru sudah disiapkan. Tinggal menunggu bagaimana para pemain, federasi nasional, dan penggemar menyambut revolusi besar ini mulai 2027 nanti.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Jeritan Hati Siswi Desa Nyofifi yang Terobos Sungai Berarus Deras Demi Sekolah, Langsung Dijawab Gubernur Sherly Tjoanda

INTERAKINDO.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh video keluhan seorang siswi asal Desa Nyofifi, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img